Tidak ada bagian tubuh-Ku yang tidak sakit.
Seluruh tubuh-Ku penuh dengan luka, perih, dan sakit.
Di kepala-Ku ada luka-luka, karena tusukan duri. Di bagian belakang tubuh-Ku ada luka-luka, karena cambukan. Di punggung-Ku ada luka, karena membawa salib yang berat. Di lambung-Ku ada luka, karena tembusan tombak. Luka-luka ini memenuhi seluruh tubuh-Ku, dan perih sekali.
Lihatlah wajah-Ku, sanggupkah kamu memandang-Ku. Lihatlah juga kedua sorot mata-Ku. Apa yang bisa kamu rasakan? Apakah kamu bersama-Ku saat ini? Bersama-sama dengan Aku yang merasakan perihnya luka-luka ini.
Piala penderitaan ini telah Aku terima. Aku pegang dengan erat. Isi di dalam piala penderitaan ini telah kuteguk habis dan tuntas.
Dari mulut-Ku, tidak ada satu katapun mengeluh. Perhatikan 7 kata-kata-Ku terakhir:
- “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”
- “Hari ini, engkau akan bersama-Ku di Firdaus.”
- “Ibu, lihatlah anakmu, lihatlah Ibumu.”
- “Allahku, Ya Allahku! Mengapa Engkau Meninggalkan Aku?”
- “Aku haus.”
- “Sudah Selesai.”
- “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu, Kuserahkan nyawa-Ku.”
Demikianlah, Aku melewati penderitaan-Ku. Demikianlah Aku membuktikan cinta-Ku kepadamu. Demikianlah Aku menguatkanmu di tengah penderitaanmu.
Dalam doamu, pandanglah Aku, semoga luka-luka-Ku bisa menyembuhkan luka-lukamu yang membuatmu jadi perih dan mengeluh setiap hari. Bahkan, kadang kamu menangis di hadapan-Ku.
Aku memang penuh dengan luka, tapi percayalah Aku mampu menyembuhkanmu saat ini juga.
Mari kita merenungkan penderitaan Yesus di Hari Jumat Agung ini.
Rm. Petrus Santoso SCJ

