Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
| Red-Joss.com | Seluruh dunia mendengar dan bahkan sempat juga menyaksikan perbuatan kasih yang dilakukan oleh Bunda Theresa, yang kini sudah bergelar santa itu.
Sungguh, sikap dan perbuatan atas dasar simpati, empati, dan bahkan cinta, ternyata dapat menumbuhkan pujian dan rasa penasaran. Apalagi jika tindakan dan perbuatan kasih itu, justru dilakukan oleh seorang asing, baik kewarganegaraan pun agamanya kepada orang yang berbeda warga negara serta agamanya.
Semua itu hendaknya dapat kita pahami, bahwa perbuatan kasih sejati adalah ekspresi cinta dan ketulusan yang dilakukan tanpa memandang perbedaan dari segi apa pun.
Bukankah cinta adalah โmemberikan hak milik saya kepada sesama dengan tanpa tuntutan apa pun?” Itulah ekspresi dari tindakan cinta sejati. Hal ini, justru telah dipraktikan oleh si tangan dingin, biarawati, Mother Theresa, Santa Theresa di Kalkuta, India.
Berikut sebuah tindakan kasih yang dilakukan Bunda Theresa yang ternyata dapat melahirkan rasa kagum dan penasaran dari orang yang menerima pelayanannya.
Di suatu hari, saat sang biarawati bersama sejumlah pengikutnya merawat seorang pria gelandangan, terjadilah suatu peristiwa yang sungguh mengagumkan dan menimbulkan rasa penasaran.
Di saat sang pria sekarat itu sedang dimandikan, berkatalah sang pria itu, “Ibu, siapakah engkau? Mengapa engkau memandikan saya? Sudah bertahun-tahun, warga bangsaku, menganggap aku sebagai seekor binatang.”
Mendengar ucapan sang pria sekarat itu, Mother Theresa pun hanya diam seribu bahasa.
Sungguh, tindakan kasih sejati tidak menunggu dan membutuhkan imbalan berupa apa pun juga.
Ya, walau sejatinya, sebuah tindakan kasih sejati, tentu akan mampu melahirkan kekaguman dan rasa penasaran.
Amor Gignit Amorem
(Cinta melahirkan Cinta)
…
Kediri,ย 29ย Oktoberย 2023

