Teruslah menjadi “Penabur kebaikan selama hayat masih dikandung badan, meski hanya sepotong pesan.”- BJ Habibie
Sejak 12 tahun terakhir, fokus hidup saya mengerucut pada menabur benih baik, sebagai tinggalan, jika berbuah. Nama benih itu akal waras.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), akal di antaranya berarti daya pikir (untuk memahami sesuatu). Sementara, sehat antara lain berarti waras; baik dan normal (tentang pikiran). Dengan demikian, akal sehat bisa diartikan daya pikir (pikiran) yang waras atau normal.
Kedudukan akal dalam hidup orang beriman.
Akal adalah pelita iman dan hidup. Akal adalah anugerah Allah agar kita dapat mengkaji kebenaran. Kajian kebenaran akan melahirkan iman yang teguh, karena kita memahami betul apa yang kita imani. Akal juga yang menolong orang beriman dapat menjadi saksi Kristus secara efektif.
Bacaan APP 2 sangat pas. Daud, raja yang sangat mulia di mata rakyatnya, mengambil keputusan yang ke luar dari akal sehatnya. Memakai kuasanya untuk ‘ngakali’ Uria agar dapat istrinya. Dosanya ‘tikel. Membunuh dan selingkuh. Akalnya tidak sehat.
Pantang / puasa itu bertujuan menjernihkan akal agar waras, tidak tergiring oleh nafsu ‘ngakali’, walau wujudnya rohani.
Salam sehat berlimpah berkat.
Jlitheng

