Yohanes 11: 45-56
Saat siapa pun ada di posisi kekuasaan, apa pun bentuk dari kekuasaan itu, harus bisa membedakan dengan jelas, saat menyampaikan sesuatu.
Apalagi di zaman now, apa saja bisa diviralkan lewat media. Sekali diklik, maka meluaslah ke mana-mana. Jika sudah seperti itu, tinggal ditunggu reaksi, komentar, dan respon baliknya: positif atau negatif.
Dalam Injil hari ini, Imam Agung Kayafas menyampaikan kata-kata tentang nasib Yesus.
“… Bahwa lebih baik bagimu, jika satu orang mati untuk seluruh bangsa, dari pada seluruh bangsa ini binasa.”
Karena disampaikan oleh seorang pemimpin yang mempunyai kuasa dan pengaruh, kita tentu tahu efeknya untuk Yesus. Rencana pembunuhan dirancang oleh mereka. Jika kita berhenti dengan melihat bagian ini, maka reaksi kita tidak fair. Karena ada persengkokolan. Begitulah fakta yang terus terjadi di sekitar kekuasaan.
Oleh karena itu, siapa pun yang sedang dipercaya untuk duduk pada kekuasaan itu harus menjaga dengan baik kata-kata, tindakan, dab keputusan-keputusan yang diambilnya. Karena orang yang berkuasa itu mempunyai pengaruh yang tidak bisa diremehkan.
Jadi tidak ada pengaruhnya, ketika kualitas dari yang berkuasa itu sering tidak konsisten alias mencla-mencle. Bicaranya tidak didengarkan, kecuali oleh mereka para pendukung yang loyal, yang hanya mau menyenangkan, dan yang sudah mendapatkan jabatan dan bayaran. Pokoknya tahu sama tahu. Tidak sadar, bahwa pemimpinnya yang sedang berkuasa itu sudah tidak dihormati lagi.
Maka, kita berdoa untuk mereka yang saat ini sedang dipercaya dan berkuasa. Semoga mereka selalu dianugerahi dengan kebijaksanaan.
Rm. Petrus Santoso SCJ

