“Jika ingin jadi pemimpin yang baik dan dihormati, belajarlah lebih dulu untuk memimpin diri sendiri.” -Mas Redjo
Kita tidak harus nyinyir, protes, apalagi untuk menyalahkan dan menghakimi orang lain. Pemimpin sejati itu adalah jalan ke luar dan solusi terbaik untuk menyelesaikan setiap permasalahan.
Alangkah bijak, jika kita berani mengedepankan hati untuk refleksi diri. Apakah kita sukses memimpin diri sendiri?
Akui dengan jujur. Kita juga tidak harus malu hati, jika belum berbuat kebaikan untuk mewujudnyatakan kepemimpinan yang baik dan benar.
Sejatinya, jiwa kepemimpinan itu harus dimulai dan diterapkan dari diri ini dan dalam keluarga sendiri. Sehingga mengakar kuat di hati.
Semangat kepemimpinan sejati itu sumbernya dari hati nurani. Dalam Alkitab disebutkan sebagai salah satu senjata yang penting untuk kehidupan rohani dan pelayanan yang berhasil (2 Kor 1: 12).
Kepemimpinan yang berhasil itu adalah, ketika hati kita dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Tuhan, bukan oleh nikmat duniawi, melainkan oleh kekuatan kasih karunia-Nya.
Semangat melayani dengan hati adalah berinteraksi yang tulus untuk membangun perubahan bagi kemajuan dan kebaikan bersama.
Pemimpin sejati itu berjiwa melayani dan mengabdi, karena ingin memberikan yang terbaik kepada mereka yang dipimpinnya.
Mas Redjo

