Fr. M. Christoforus, BHK
“Jadilah perubahan yang Anda ingin lihat di dunia.”
(Mahatma Gandhi)
…
| Red-Joss.com | Tentang sang Pemimpin. Leader (Leadership). Dia ibarat sekeping mentari, sang pemberi terang.
Dunia ini sejak semula, sudah ada yang memimpinnya. Dunia dan seluruh realitas hidup ini sungguh membutuhkan figur sang Pemimpin.
Lewat tulisan ini, kita bertekad untuk mengonkretkan pentingnya figur Pemimpin yang mumpuni dan mampu menginspirasi anggota serta lembaga yang dipimpinnya.
Tulisan ini dikembangkan berdasarkan spirit dari tulisan di harian Kompas, Sabtu (4/5/2024), kolom Karier berjudul, “Inspirasi,” oleh Eileen Rachman & Emilia Jakob / Konsultan SDM.
Di dalam realitas hidup berlembaga atau berorganisasi, kita tentu telah mengenal berbagai pribadi pemimpin dengan karakter yang berbeda-beda.
Ada tipe pemimpin yang gayanya berapi-api dan menggelegar suaranya. Dia serius dan disiplin, namun terkesan menakutkan para pegawainya.
Ada juga tipe pemimpin yang tampil seadanya, sederhana cara bertutur dan bertindak, namun sangat disegani para pegawainya, karena selalu sejalan antara kata dan tindakannya.
Terlepas dari kedua realitas gaya dan tipe pemimpin di atas, sejatinya sebuah lembaga ideal sangat membutuhkan tangan dingin pemimpinnya.
Riil hadirnya sebuah lembaga yang berprogres, justru karena diinspirasi oleh pemimpin yang menginspirasi.
Dia bahkan mampu menginspirasi ratusan, ribuan, dan bahkan jutaan massa untuk bergerak menuju perubahan.
Mahatma Gandhi, dapat disimpulkan sebagai model paling ideal dalam konteks ini. Dia mampu menggerakkan rakyat demi meraih kemerdekaan dari Inggris lewat prinsip cara atau jalan damai dan anti kekerasan. Yang kelak kita kenal dengan sebutan ‘ahimsa’.
Mengapa pemimpin tipe ini sangat mampu?
Dia memimpin pengikutnya dengan cara menginspirasi mereka, dan tidak sekadar dengan memotivasi.
Karena menginspirasi berarti pemimpin itu mampu mengubah cara seseorang berpikir dan tidak sekadar memotivasi, yang sekadar mendorong orang untuk berubah.
Keunggulan dari pemimpin yang menginspirasi, karena dia mampu menyentuh nilai dan hasrat seorang individu.
Sebuah contoh konkret sebagai pengalaman, di saat Mahatma Gandhi mengadakan perjalanan dengan kereta api.
Ternyata gerbong kereta yang dinaiki Gandhi terputus dan kereta bergerak mundur. Semua penumpang gelisah dan bereaksi, tapi Gandhi tenang-tenang saja.
Seketika asistennya berkata, “Bapak, kita mungkin tidak hidup. Kita berada di antara hidup dan mati.”
Apa jawaban Gandhi? “Jika kita mati, kita mati. Namun, jika kita diselamatkan kita akan membuang banyak waktu! Ayo, lanjutkan pekerjaan.”
Dalam konteks ini, pemimpin yang menginspirasi akan sangat percaya pada kompetensi dan kreativitas serta inovasi para pegawainya.
Lembaga-lembaga karya kita pun sering terpuruk diakibatkan oleh gaya kepemimpinan yang bersifat memaksa atau masa bodoh serta tidak mampu menginspirasi para pegawainya.
Kehadiran pemimpin tentu bukanlah segala-galanya dalam memajukan sebuah lembaga.
Tetapi para pegawai membutuhkan figur pemimpin yang mampu menginspirasi dalam memajukan lembaga.
Dunia kerja telah membuktikan, bahwa sebuah lembaga sangat membutuhkan figur pemimpin yang mampu menginspirasi. Karena dia mampu menciptakan keadaan dan suasana batin para pegawai untuk berkreasi serta berinovasi.
…
Kediri, 8 Mei 2024

