Oleh : Mas Redjo
| Red-Joss.com | Apa reaksimu, ketika udara pagi yang sejuk dan segar itu dicemari aroma bau sampah yang dibakar oleh tetanggamu?
Reaksi tiap orang tentu tidak sama. Ada orang yang bersikap tak peduli, cuwek, atau masa bodoh. Tapi ada juga orang yang jengkel, ngomel, atau bersumpah serapah. Karena bau asap bakaran sampah itu tidak sehat, mengganggu, dan membuat sesak nafas.
Begitu pula dengan saya. Semula saya bersikap tidak peduli, karena tetangga sebelah rumah itu membakar sampah di halaman rumah sendiri.
Sekali dua kali, saya mencoba memahami. Karena halaman rumah tetangga itu cukup luas dan banyak pohon yang menghijau dan rindang. Ia membakar sampah daun kering dan mungkin juga sampah rumah tangga.
Karena tetangga sering membakar sampah, saya lalu bertanya-tanya. Apa tidak ada tetangga lain yang komplain?
Dari obrolan dengan tetangga lain, tidak ada yang menyinggung soal sampah yang dibakar. Tapi saya tahu, bahwa Bapak KJ itu tinggal sendirian. Orangnya pendiam dan tertutup. Bahkan Bapak KJ tidak pernah muncul dalam kegiatan RT. Lalu, apakah warga tidak peduli padanya? Atau saya sendiri yang merasa terganggu oleh bakaran sampah itu?
Sebagai warga baru dan belum lama tinggal di komplek itu, saya makin penasaran dengan sikap warga yang individulis dan tidak peduli pada KJ.
Sesungguhnya, sayang sekali jika udara pagi yang sejuk itu dicemari polusi bakaran sampah. Udara jadi tidak sehat, bau, sesak nafas, dan kepala pun pusing.
โBang TR, sampah rumah sebelah kok nggak diambilโฆ,โ pancing saya pada Bang TR yang mengambili sampah rumah warga.
Bang TR tersenyum. Ia bercerita, beberapa kali ia mengetuk pagar rumah sebelah, tapi tidak dibuka. Jika pintu dibukakan juga tidak ada sampah, karena sampah itu dibakar Pak KJ.
Jadi, karena sampah itu dibakar, maka Pak KJ tidak mau membayar iuran kebersihan?
Apa benar Pak KJ lebih memberati banyak kucing piaraan peninggalan istrinya, ketimbang tinggal bersama anak-anaknya?
Sore itu, sepulang kerja, saya lihat banyak mobil parkir di depan rumah Pak KJ. Yang membuat hati saya tercekat adalah bendera kuning di pintu pagar rumahnya. Siapa yang meninggal?
Dari istri, saya peroleh kejelasan, bahwa jam 5 sore tadi Pak KJ telah berpulang. Anaknya curiga, karena dua hari Ayahnya tidak menelepon. Ditelepon juga tidak direspon.
Ketika anaknya datang, Pak KJ tidak sadarkan diri di kamarnya, dan segera dibawa ke rumah sakit dengan mobil ambulan. Tapi jiwa Pak KJ tidak dapat ditolong.
Hati saya merasa kosong, karena nelangsa.
Semoga Pak KJ beristirahat dengan damai. RIP.
Masย Redjo

