“Memberikan yang terbaik untuk mencapai target itu biasa. Yang luar biasa itu kita berani memberikan yang terbaik untuk melayani Tuhan.” -Mas Redjo
Awalnya adalah, saya membaca tulisan seorang sahabat, Pak Wid dalam grup renungan Katolik, “Pewartaan lebih dari 175 tag website ini bukanlah sekadar bisnis maupun lomba pengikut semata. Banyak di antara mereka yang tidak membutuhkan subscribers dan like, demi pewartaan iman yang tulus. Bahkan tidak jarang yang tahu-tahu hilang akibat ulah hackers… “
Untuk kesekian kali saya bertanya pada diri sendiri, tujuan membuat web motivasi dan inspirasi itu. Saya tidak mau salah langkah demi pengakuan semu. Tapi harus tetap didasari komitmen dan konsisten untuk melayani-Nya.
Ketika muda, orientasi hidup saya sekadar mewujudkan target demi target dalam hidup ini. Prinsip saya menyemangati diri untuk menggali bakat dan talenta, karena manusia itu diciptakan secitra dengan-Nya. Karena mau, saya dimampukan-Nya.
Ternyata, hasil pencapaian itu tidak membuat saya berpuas diri. Saya merasa ada yang kurang dalam hati ini. Meski saya membagikan pengalaman dan trik berbisnis itu pada pelanggan yang ingin maju.
Sadar, karena lingkup yang terbatas itu saya lalu memulai menulis di FB, grup WA, dan web. Orientasi saya agar jangkauannya makin luas. Tidak demi pengakuan, tapi untuk pengembangan dan pemaknaan hidup. Karena sejak dibaptis, kita diakui sebagai anak-anak Tuhan. Hidup ini harus terus diperbarui agar makin baik dan berkenan bagi-Nya.
Sambil mengelola usaha, saya juga mengelola web untuk berbagi hal-hal baik dan positif. Saya sadar-sesadarnya, bahwa untuk hidup menuju kekudusan itu dapat dijalani lewat hal kecil dan sederhana, tapi dilakukan dengan cinta yang besar seperti teladan Bunda Teresa.
Resep saya adalah berbagi dengan murah hati. Dengan memaknai hidup ini untuk menuju hidup kekudusan.
Mas Redjo

