| Red-Joss.com | Sri Mata Amrita Mandamayi Devi, nama lengkap wanita India itu. Usianya 66 tahun. Sehari-harinya ia di panggil Amma (Mother).
Terdorong oleh kerinduan hatinya untuk memberikan penghiburan atas kesusahan orang lain, ia menawarkan sesuatu yang sangat sederhana, yakni sebuah pelukan kasih.
Konon, hingga saat ini ia telah memeluk 34 juta orang dalam semua kesempatan perjumpaannya dengan mereka.
‘Hugging Saint’, demikian orang kerap memanggil Amma yang merupakan pendiri gerakan ‘embrace the world’.
Dalam sehari, ia meluangkan waktu 15-20 jam untuk memeluk semua orang yang datang ke tempat tinggalnya di Amritapuri India.
Apakah engkau tidak kehabisan tenaga dan kelelahan melayani begitu banyak orang yang datang untuk menimba kelegaan dan suka cita pelukanmu, Ibu?
Pertanyaan itu biasa dikemukakan oleh murid dan banyak orang yang datang berkunjung untuk melihat dekat aktivitas kesehariannya.
“Where there is true love, everything is effortless.”
Pertanyaan yang berkaitan dengan aktivitasnya itu dijawab dengan lembut, sabar, dan dipenuhi cinta.
Air mata ini menitik, manakala saya melihat youtube Sang Ibu memeluk mereka yang datang, merebahkan kepala di dadanya satu persatu. Saya seperti merasakan hangatnya pelukan kasih Ibu mengaliri jiwa yang kerontang ini.
Tiba-tiba saya merindu pada istri dan anak-anak. Saya ingin mempraktekkan pelukan kasih Ibu Amma pada keluarga, yang selama ini jarang saya lakukan, karena kesibukan kerja dan aktivitas lain.
Apakah pelukan sederhana itu mampu membawa kebahagiaan dan sukacita pada pasangan?
Apakah pelukan kasih saya pada anak-anak juga menjadi taburan kasih yang menggirangkan hati mereka?
Oo, keajaiban pelukan. Sederhana, tapi mesra. Tuangi hati ini dengan sejuta rasa, damai, dan bahagia.
Ternyata, dekapan dan pelukan mesra itu sesungguhnya dekapan kasih Allah yang bersemayam dalam hati kita.
Kasih Allah senantiasa tercurah pada siapa pun yang mengasihi sesamanya dengan tulus hati. Karena Allah adakah kasih.
…
Herry Wibowo

