“FirmanMu pelita bagi kakiku, terang bagi jalanku” (Mazmur 109:105).
…
| Red-Joss.com | Sabda Tuhan harus menjadi terang bagi langkah hidup kita. Ada kompas yang menuntun dan mengarahkan hidup kita. Tuntutannya jelas, yaitu hidup yang kita jalani tidak bertentangan dengan kebenaran Sabda Tuhan. Misalnya hidup secara benar, menolong, menghibur, murah hati, dan mengasihi.
Sesungguhnya kita dimotivasi untuk menghidupi cara hidup seperti yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus tentang pelita yang bernyala (jangan disembunyikan). Fungsi dari nyala pelita adalah untuk menerangi. Sehingga kita dapat melihat hal-hal yang tersembunyi dalam gelap. Sebagai murid Tuhan Yesus, tuntutan itu jelas, kita harus memilih menjadi terang dan terus-menerus menerangi dunia.
Pelita jiwa ini agar senantiasa menyala, kita jangan lupa untuk mengisi ‘minyaknya’. Caranya adalah kita tekun membaca Kitab Suci. Untuk direnungkan dan dipakai sebagai kompas bagi hidup kita.
Tuhan Yesus berkata seperti itu agar kita menjalani dan mengikuti-Nya. Kita menerapkan teladan hidup-Nya dalam hidup keseharian kita.
Dengan cara seperti itu, maka terang pelita kita bisa menyinari dunia. Ingat tujuannya: “The followers of Christ must be both keepers and sharers of the Word.”
Lihatlah, seperti hati Tuhan Yesus yang berkobar dan terus-menerus mengasihi tanpa henti. Kapan dan di mana saja kita benar-benar dikasihi-Nya.
Di situasi dan kondisi apa pun, cinta-Nya selalu hadir dan nyata!
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

