“Bertolak ke tempat yang dalam. Untuk berjuang menghidupi jiwa pelayanan kasih seorang hamba kemanusiaan.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Membaca, mendengar, dan melihat hidup Paus Fransiskus itu saya dituntut untuk lebih menyelam di kedalaman kasih seorang pelayan kemanusiaan.
Dada ini langsung menyesak sakit. Saya harus muncul ke permukaan kembali untuk menghirup udara segar agar nafas tidak megap-megap, dan dada tidak menyesak nyeri.
Bagaimana tidak. Bagi saya, Bapa Paus Fransiskus itu amat luar biasa. Sedang saya adalah pribadi yang berjiwa kerdil yang hidup dalam kegelapan malam.
Kedatangan Bapa Paus Fransiskus ke Bumi Pertiwi ini membuat saya terjaga dari mimpi buruk. Mengharu biru hidup ke titik nadir penyesalan. Saya harus bangkit, berubah, dan perbaiki diri. Untuk meninggalkan hidup lama yang dalam gelap itu guna menyongsong fajar pagi nan cerah.
“Belajar dan meneladani Bapa Paus Fransiskus. Hidup ini ungkapan Injili agar kita murah hati.”
Jika ingin hidup damai sejahtera dan bahagia, saya harus menjalani hidup dalam “pertobatan, ketaatan, dan rendah hati.” Hidup ini sebagai ungkapan Injili seperti yang dijalani Bapa Paus Fransiskus.
Teramat berat dan sulit memang, tapi hal itu harus dijalani oleh umat beriman agar hidupnya dicerahkan oleh belas kasih Tuhan.
Menjalani laku hidup pertobatan dengan menyangkal diri. Karena kita adalah jembatan kasih untuk menghubungkan sesama dengan Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Kita dituntut untuk jadi pribadi yang sadar diri dengan mendulukan dan memahami orang lain di atas kepentingan sendiri. Kita dituntut untuk tidak egois, karena Tuhan murah hati.
Menjalani hidup ketaatan untuk memahami kehendak Tuhan. Karena kita dipilih, dibaptis, dan diutus untuk mewartakan Kabar Gembira hingga ke ujung bumi.
Ketaatan untuk selalu bersyukur, mengiyakan, dan mengamini peristiwa dalam hidupi ini. Karena sesungguhnya kita adalah alat-Nya!
Menjalani laku hidup rendah hati, karena kita sadar diri. “Dari tiada ke ada, lalu kembali ke tiada.” Hidup ini adalah jalan kesederhanaan agar kita rendah hati, bijaksana, dan bahagia.
Semangat hidup berbagi dan saling mengasihi, karena kita milik-Nya!
…
Mas Redjo

