Hidup kita ini harus mampu memberikan warna. Jika warna-warni itu digabungkan, lalu jadi pelangi kehidupan yang indah.
Saat sahabatmu bergembira, dirimu ada di sana, ikut bergembira. Saat sahabatmu bersedih, dirimu ada di situ juga, ikut merasakan kesedihan itu. Juga dalam situasi dan kondisi yang berbeda, mudah untuk beradaptasi, dan peka dengan keadaan di sekitarnya.
Sejatinya yang menantang itu adalah, ketika kita sungguh berbeda dari yang lainnya. Saat kita dalam posisi minoritas di tengah mayoritas. Terasa sekali posisi kita yang berbeda itu. Justru di situlah kesempatan yang baik itu datang. Kita harus bisa memberikan ‘warna’ dan pastinya bakal mudah terlihat, dikenali, dan mudah diidentifikasi. Secara rohani, kita bisa berkata pada diri kita, “Terangku sebagai murid Yesus harus bersinar.”
Rasakan cara Tuhan dalam membentuk kita. Jika kita yakin dan percaya, maka Tuhan yang senantiasa menyertai terus-menerus memberikan pertumbuhan bagi iman kita. Bahkan dibuat bertumbuh dan berkualitas, supaya buahnya melimpah. Itulah misteri dari tumbuhnya benih iman yang sudah ditanam dalam diri kita, di mana Tuhan terus-menerus bekerja lewat kesetiaan dan kesaksian iman kita.
St. Thomas Aquinas, doakanlah kami. Amin.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

