“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana yang mendirikan rumahnya di atas batu” (Mat 7: 24).
Mendirikan rumah dapat diartikan sebagai membangun kehidupan. Yesus mengingatkan, bahwa hidup kita harus didirikan di atas fondasi sabda Tuhan. Seringkali kita tidak bisa mengelak badai kehidupan yang menerpa kita. Tanpa pertolongan Tuhan, kita tidak akan mampu mengatasinya.
Mendengarkan atau membaca sabda Tuhan itu sangat penting. Namun, melaksanaannya itu jauh lebih penting untuk membentuk fondasi kehidupan rohani kita. Kita harus membiarkan sabda Tuhan membentuk kehidupan kita. Dengan berjuang melaksanakan sabda itu agar tidak menempel dalam ingatan, tapi juga menyentuh hati dan kehendak kita. Sehingga kehendak kita selaras dengan kehendak Tuhan. Diperlukan integritas antara pikiran, perkataan, dan perbuatan dalam diri kita yang sungguh berlandaskan sabda Tuhan, seperti yang dikatakan dalam Surat Yakobus: “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri” (Yak 1:22).
Semoga kita jadi pelaksana sabda Tuhan yang tangguh, sehingga kita tetap bertahan sampai akhir dan mengalami kebahagiaan kekal.
Sr. M. Dominique Savio, P. Karm
Kamis, 05 Desember 2024
Hari Biasa Pekan I Adven
Yes 26: 1-6 Mzm 118: 1.8-9.19-21.25-27 Mat 7:21.24- 27
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

