“Buka hati. Mohon kerahiman Ilahi agar kita dimampukan untuk peka rohani. Hidup untuk mengasihi.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Peka rohani itu berproses. Untuk dilatih, komitmen, konsisten, dan dihidupi dengan semangat doa agar yang kita lakukan itu berkenan bagi Tuhan.
Dengan peka rohani, sesungguhnya kita diajar untuk membangun hidup pertobatan tanpa kompromi hingga nafas terakhir.
Berat dan teramat sulit itu fakta dan benar. Karena untuk mengikuti dan meneladani Tuhan Yesus, kita harus “Menyangkal diri, memanggul salib, dan mengikuti-Nya.” Kita dituntut mengecilkan ego sendiri agar dapat masuk lewat pintu yang sempit itu.
Semangat pengorbanan itu harus dimiliki oleh kita yang mengikuti-Nya. Untuk menghadirkan kasih-Nya dalam keseharian hidup ini. Dimulai dari keluarga sendiri dan lingkungan sekitar. Dari hal-hal yang kecil dan sederhana, tapi dengan kasih yang besar.
Kita menghadirkan kasih Tuhan, karena peka rohani. Untuk peduli, empati, dan berbagi dengan ikhlas hati dari yang kita miliki. Baik itu tenaga, pikiran, perhatian, perilaku baik, mendoakan, dan sebagainya.
Peka rohani yang dihidupi dengan doa itu makin membuka hati kita melihat dan menyadari kehadiran Tuhan serta mewujudkan kehendak kasih-Nya dalam hidup kita.
Sejatinya dengan peka rohani, kita dituntut untuk menghadirkan wajah Tuhan. Jalan pertobatan (Yoh. 10:3-5) untuk menuju hidup baik, dan makin baik lagi.
Hidup untuk mengasihi sesama!
…
Mas Redjo

