Ratu Ester tampil sebagai sosok beriman yang berani. Di tengah ancaman terhadap bangsanya, ia tidak hanya berdoa secara pribadi, tapi juga bertindak. Ia mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan orang lain. Doa dan aksi bersatu dalam langkahnya. Inilah wujud iman yang tidak tinggal diam melihat ketidakadilan dan penderitaan sesama.
Dalam Injil, Yesus mengajak kita untuk meminta, mencari, dan mengetuk. Namun, Ia juga mengingatkan: perlakukanlah orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Artinya, doa tidak boleh lepas dari relasi dengan sesama. Percuma berdoa panjang, jika masih menyakiti orang lain, menyebar kebencian, atau cuek terhadap mereka yang menderita.
Kita diundang untuk jadi pribadi yang peka dan peduli. Jangan hanya berharap pertolongan Tuhan untuk diri sendiri, tapi jadilah juga saluran kasih-Nya bagi orang lain. Dunia membutuhkan lebih banyak orang seperti Ester yang berani, peduli, dan bertindak dengan iman.
Maukah kita jadi salah satu darinya?
“Ya, Tuhan, mampukan kami untuk tidak hanya berdoa, tetapi juga bertindak nyata dalam kasih dan keberanian. Amin.”
Ziarah Batin

