Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Pedulikah engkau pada penderitaan anak-anak di negeri ini?”
(Seruan Kemanusiaan)
Bermula dari Sebuah Anak Kunci
Seorang Santo tampak sedang sibuk mencari sebuah ‘anak kunci’. Sudah tiga hari dicarinya anak kunci itu, namun belum juga ditemukan.
Di suatu senja menerawang, dengan tanpa sengaja, dilihatnya anak kunci itu justru tergeletak di balik sebuah jendela kaca. Maka, segera diambilnya, dan ia bergegas memasuki sebuah Katedral, lalu segera dibukanya pintu Tabernakel dengan anak kunci itu.
Alangkah terperanjatnya ia, karena yang dilihatnya di dalam Tabernakel itu justru terpampang seuntai kalimat pendek, “Wahai saudara, pedulikah engkau pada penderitaan anak-anak di negeri ini?”
Meski terperanjat, tapi perlahan ia menundukkan kepala sambil berkata, “Ya, aku peduli.”
(Anonim)
Seruan dari Balik Sebuah Harapan
Tulisan reflektif berjudul, “Pedulikah Engkau?” ini merupakan sebuah seruan, sapaan yang bersifat mendesak, dan bahkan sebagai sebuah permohonan serta teriakan minta pertolongan.
Inilah sebuah seruan, ratapan, kesakitan anak-anak zaman ini di seantero dunia. Mereka sudah tidak sanggup menahannya lagi.
Dunia Kita dan Visi Panggilannya
‘Visi hidup’ adalah sebuah panggilan yang merupakan suara kenabian, sebagai sebuah fenomena dari ‘tanda-tanda zaman.’ Lewat sebuah visi, maka seseorang akan bersikap untuk mengonkritkan mimpi agungnya itu.
‘Mission Sacre’ alias Panggilan Suci
Seorang Santo dalam kisah ilustratif ini, mau mendeskripsikan, bahwa ketika seseorang dipanggil untuk melintasi jalan-jalan sesuai kehendak Tuhan, maka hatinya akan tergerak untuk segera merealisasikan visi panggilan agungnya itu.
Ia justru sangat membutuhkan sebuah anak kunci untuk membuka tabir misteri dari suara panggilan itu agar dapat mewujudkan visinya. Di balik tabir misteri itu, akan kian jelas, apa isi dari misi suci (mission sacre) panggilannya.
Dalam konteks spesial ini, sungguh sangat dibutuhkan suatu sikap kepekaan dan keterbukaan hati dari dia yang dipanggil.
Masih ingatkah kita, ketika Nabi Musa dipanggil dan diutus Tuhan untuk membawa bangsa Israel dari negeri Mesir kembali ke tanah terjanji?
Kini, dunia kita sungguh membutuhkan figur-figur yang terbuka hatinya untuk merawat dan mendandani kembali ratusan, ribuan, bahkan jutaan anak yang menderita dan bersengsara di seantero dunia.
Bukankah Anda juga dipanggil untuk tujuan luhur ini?
Refleksi
Jika bukan Anda, maka siapa lagi? Jika bukan sekarang, maka kapan lagi?
Andalah orangnya, dan kinilah saatnya!
Kediri, 13 Agustus 2025

