| Red-Joss.com | Ilustrasi sharing yang lain untuk pertemuan doa bagi keluarga yang berduka.
Senja menjadi tanda, bahwa terang akan berganti malam. Tapi senja juga jadi pintu masuk untuk banyak ide-ide indah yang bakal menanti.
Salah satu Ibu lain yang usianya lebih tua, bergabung dengan dua Ibu yang suaminya telah tiada itu.
Ibu yang ketiga: awalnya saya juga menganggap para janda yang berkabung selama bertahun-tahun itu terlalu cengeng. Setelah suaminya meninggal, ada yang sudah 10 tahun lalu, tapi ia bilang, “Saya tetap ingat dia tiap hari, dan kadang, air mataku pun sering berlinang.”
Sedih itu bukan dosa. Alkitab bahkan membenarkan, bahwa kesedihan akibat kematian pasangan sangatlah menyakitkan dan berkepanjangan. Sewaktu Sara meninggal, Abraham, suaminya, meratapi Sara serta menangisi dia”. (Kej. 23: 1, 2). Meskipun beriman akan kebangkitan, Abraham sangat sedih waktu istrinya yang tersayang meninggal (Ibr. 11: 17-19).
Setelah kematian Rahel, istrinya yang tercinta, Yakub tidak bisa segera melupakan. Bahkan sewaktu ia bercerita kepada anak-anaknya, masih terlihat rasa sayangnya kepada Rahel (Kej. 44: 27; 48: 7).
Apa artinya? Kesedihan yang dirasakan oleh janda atau duda bisa berlanjut hingga bertahun-tahun. Kita jangan menganggap air mata dan kesedihan mereka sebagai kelemahan, tapi sebagai reaksi yang wajar.
Mereka membutuhkan simpati dan dukungan kita, mungkin untuk waktu yang lama.
Itulah salah satu pesan yang dapat kita petik, setiap kali ada undangan doa untuk yang telah meninggal. Kalau diundang, ya, datanglah!
Salam sehat berlimpah berkat.
…
Jlitheng

