“In the falling rain, I learned to grow again.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Payung itu sederhana, tapi luar biasa. Ia terlupakan saat hujan dan panas terik tak datang. Ia disimpan saat tak digunakan, tapi dalam diam ia sabar.
Dalam guyuran hujan payung tersenyum melindungi. Saat musim hujan ia dicari. Seperti hujan tidak peduli siapa yang dilindungi. Hujan itu untuk semua, ia turun untuk orang baik dan jahat, orang jujur atau pembohong, orang malas atau rajin. Hujan itu turun untuk semua.
Kadang hujan yang turun itu membuat basah kuyup orang yang jujur. Kenapa? Karena payung orang jujur dicuri oleh orang yang tidak jujur. Namun jika hujan itu adalah hujan rahmat, ia hanya akan membasahi orang yang jujur.
Sebaliknya orang yang tidak jujur, tidak akan pernah basah oleh hujan rahmat. Kenapa? Karena merekalah yang menolak hujan rahmat dengan payung-payung hasil curian. Kesimpulannya setiap barang curian ialah payung untuk menolak rahmat Tuhan.
Meski hidup ini kadang dilupakan dan diabaikan. Meski kadang perjalanan harus menghadapi tantangan. Meski hidup kadang harus memikul beban dalam diam. Meski jalan terasa terjal. Meski hidup diguyur hujan persoalan, tetaplah tenang, sabar dan berjuang. Yakinlah kejujuran itu tak pernah ingkar. Tekun berjuang dan sabar adalah kunci keberhasilan. Bersyukur adalah Ibu dari kebahagiaan.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

