“Que sera sera – apa yang terjadi, terjadilah.”
…
| Red-Joss.com | Sering kita berpikir, hidup ini ada yang mengatur, sehingga tidak harus dipusingi. “Que sera sera” – apa yang terjadi, terjadilah. Mau berusaha seperti apa pun juga, kalau udah nasibnya seperti ini, ya begini saja.
Memang Tuhan mempunyai kendali atas hidup kita. Kita percaya akan hal itu, tapi bukan berarti tidak berbuat apa-apa, duduk berpangku tangan atau rebahan. Bukan berarti pula pasrah terhadap kehidupan yang entah membawa kita ke mana. Beda tipis dengan “providential dei.” Penyelenggaraan Tuhan. Pasrah boleh, tapi yang positif. Namun pasrah sering diartikan negatif. Sikap putus asa … Udah lah… Gini aja… terima aja…
Sesungguhnya kita ini makhluk Tuhan yang istimewa dan paling indah. Karena Tuhan sudah membekali kita dengan pikiran, akal budi, hati, talenta, tenaga tuk bisa melewati perjalanan hidup kita masing-masing.
Kita boleh terlahir dalam keluarga miskin. Tapi kita tidak bisa memilih lahir di keluarga dan orangtua seperti apa. Percayalah kita semua mempunyai kesempatan untuk mengubah hidup ini dengan bekal bakat, usaha, doa dan perjuangan. Kita bisa memilih dan memutuskan jalan hidup kita. seperti apa kita saat meninggalkan dunia ini.
Ingat, satu pilihan itu membawa perubahan, dan satu keputusan menentukan masa depan.
Jadilah tangguh, mandiri, dan sukses!
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

