Dalam komunikasi itu selalu ada pesan, pembawa pesan, dan sarana. Ketiganya bisa dipisahkan, namun satu kesatuan. Sebuah pesan akan tetap tinggal, jika tidak ada pembawa pesan. Pembawa pesan juga membutuhkan sarana agar pesannya itu dapat ditangkap.
Pagi-pagi benar Maria Magdalena pergi ke makam Yesus. Ia pulang membawa pesan, “Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana la diletakkan.”
Petrus dan murid yang lain berangkat ke kubur, setelah mendengar kabar itu. Maria Magdalena memberi kabar dari sudut pandangnya. Dua orang murid Yesus melihat fakta seperti diceritakan Maria Magdalena. Salah seorang murid melihatnya dan percaya.
Maria Magdalena, Petrus, dan seorang murid lain mengalami proses untuk memahami kebangkitan Yesus. Informasi awal dan persepsi awal berubah setelah melihat kenyataan. Fakta mengubah cara pandang. Melihat, Ialu percaya.
Dalam keterbatasan Maria Magdalena, bahkan Petrus dan murid yang Iain adalah saksi kebangkitan, meskipun mereka belum mengerti. Jadi saksi kebangkitan pada akhirnya bukan karena kehebatan dan keistimewaan yang didapat, melainkan dari daya Ilahi yang mengubah hidup kita. Hidup yang berubah, karena perjumpaan dengan Yesus yang bangkit adalah pengalaman Paskah sejati.
“Tuhan Yesus, kami percaya, bahwa Engkau sudah bangkit mengalahkan maut dan kegelapan makam. Kami juga mau bangkit bersama Engkau dari keterpurukan dan kekelaman dosa kami. Amin.”
…
Ziarah Batin

