“It’s never too early to PANIC.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Penipuan marak sekali, baik modus dan caranya. Untuk itu waspadalah. Jika kita tidak ingin menjadi korban. Waspadai pula, jika kita mempunyai sifat KEPO. KEPO itu bukan arti umum, tapi singkatan.
K: Kurang waspada dan mudah iba E: Ego terlalu tinggi.
P: Panikan. Jika kita adalah pribadi yang mudah panikan. Waspadalah. Karena orang panik biasanya berpikir tanpa menggunakan logika. Sulit juga untuk berpikir jernih. Orang panik itu biasanya mudah mudah terbawa situasi dan dikendalikan orang lain.
Kasus yang sering kali terjadi. Ketika kita di telepon seseorang yang mengabarkan orang terdekat kita mengalami kecelakaan, harus dioprasi, dan membutuhkan dana yang segera kita transfer. Jika kita tergolong orang panikan. Saat itu kita tidak bisa berpikir jernih, kalut, kawatir, dan biasanya lupa cek kebenarannya. Akhirnya kita menuruti semua yang diminta oleh penipu itu. Jadi sebaiknya sebelum bertindak, kalau kita panikan: tenangkan diri, kita mengatur nafas, lalu hubungi kerabat minta konfirmasi. Beri jeda waktu agar kita bisa berpikir jernih untuk menggunakan logika.
O: Orang yang terlalu serakah dan pelit. Kok bisa? Orang serakah, biasanya sulit dan pelit berbagi. Karena maunya mencari keuntungan. Tidak mau kerja, tapi ingin cepat kaya. Sifat tamak itu bisa mengaburkan logika. Pinginnya cepat, tidak usah ke luar modal dan tenaga, tapi dapat duit.
Belakangan ini marak investasi bodong yang menggiurkan. Silau dengan keuntungan yang ditawarkan. Kita pun percaya untuk menginvestasikan semuanya itu hanya melihat keuntungan investasi yang dijanjikan. Ujungnya untung derai air mata, karena cuma janji belaka.
Jika Tuhan melimpahi kita banyak rezeki, tidak ada salahnya kita berbagi. Tidakk ada orang yang suka berbagi itu hidupnya jadi miskin. Justru orang yang gemar berbagi dan tulus itu hidupnya akan terberkati.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

