Khotbah Romo paroki dalam Misa hari Minggu pertama Adven berpusat pada tema persiapan diri. Pada kesimpulannya, Romo mengatakan, bahwa akhirnya ada dua kelompok orang yang memberikan tanggapannya atas panggilan Tuhan untuk persiapan diri. Mereka yang mempersiapkan dirinya adalah mereka yang sungguh dan sepenuh hati menyambut Tuhan. Sedangkan mereka yang tidak mempersiapkan diri adalah yang tidak dengan sepenuh hati.
Setelah Misa, terjadi diskusi di sebuah rumah keluarga. Seorang Ibu menyampaikan sebuah kabar baik bagi seluruh keluarga. Suami dan anak-anaknya hampir percaya, kalau rencana Ibu adalah persiapan perayaan Natal di rumah, tamu-tamu yang akan diundang, dan sampai ke perayaan Tahun Baru bagi segenap keluarga besar. Tapi ternyata kabar baik dari Ibu itu justru di luar dugaan mereka semua. Kabar itu tidak akan mengurangi perayaan sukacita keluarga mereka.
Kabar baru itu ialah, bahwa tetangga mereka yang terdiri dari suami-istri dan tiga anak memutuskan untuk masuk jadi anggota Gereja Katolik. Ibu yang juga sebagai pengurus lingkungan akan membantu keluarga itu untuk pendaftaran Katekumen dan selanjutnya persiapan seperlunya. Betapa kabar baik itu datang pada permulaan masa Adven! Secara khusus, bacaan-bacaan kita mewartakan tentang segala penjuru dunia yang mendengarkan suara panggilan Tuhan, dan mereka mengikutinya.
Dalam pandangan yang sempit, mereka yang biasanya diharapkan mendengarkan Tuhan dan menunjukkan kepatuhannya ialah mereka yang sudah percaya dan tercatat sebagai anggota di dalam jemaat atau Gereja. Hal itu sama dengan anak-anak yang dituntut sikap yang menuruti dan menyayangi kedua orangtua mereka. Mengharapkan sikap seperti itu dari anak-anak di luar keluarga sendiri, bahkan orang-orang asing jelas tidak mungkin. Kitab Nabi Yesaya terang-terangan menggambarkan, bahwa sekelompok orang terpilih dan bertahan adalah kaum penerus yang mempertahankan kemuliaan rumah Tuhan.
Di dalam rumah Tuhan itu berjayalah Kristus sebagai Raja yang mulia untuk semua orang. Tuhan Yesus menyempurnakan panggilan itu kepada semua orang di bumi. Ia diutus Bapa untuk semua orang. Sehingga orang asing dan tidak beriman Yahudi seperti perwira di Kapernaum itu juga mendapat tempat di hati Tuhan. Justru ia mewakili umat manusia dari seluruh penjuru bumi yang mendengar dan datang berjumpa dengan Tuhan. Perwira ini mengingatkan kita agar di masa Adven ini kita tekun mendengarkan dan datang kepada Tuhan untuk mendapatkan berkat-berkat-Nya.
Semoga dengan merayakan hari Minggu pertama Adven ini, kami giat membuat persiapan untuk menyambut hari raya Natal.
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

