Red-Joss.com – Tepat pada hari Minggu. 25 Desember 2022, Palungan itu ditemukan.
Saya pernah membaca sebuah buku dan terkesan dengan kata-katanya yang berbunyi begini, “Percaya kepada Allah tidak ditentukan oleh perasaan kita, melainkan merupakan suatu keputusan yang harus kita ambil. Kita tidak akan selalu mampu mengubah perasaan kita, tapi kita dapat melatih kemampuan kita.”
Pikiran itu mungkin ada dalam benak dan hati Santo Yosef, ketika mencari-cari tempat untuk Maria yang nyaris melahirkan. Tidak mungkin Yosef menyingkirkan rasa cemas sekaligus (mungkin saja) geram, “koq tidak ada satu pun ya mau menolong.” Di mana solidaritas itu? Koq rasanya “kebangeten sekali”. Kecemasan Yosef, suaminya itu, pasti dibaca oleh Maria, dan tak heran kalau pada saat itu Maria mengatakan “yo wis mas, kalau tak ada penginapan yang buka ya.. sedapatnya saja. Bayi dalam kandungan ini sepertinya juga ngerti. Tidak rewel sama sekali.”
Setelah sekian lama mencari, Yoseph akhirnya mendapat palungan yang ‘representative’ untuk kelahiran Sang Immanuel. Lokasinya di Graha Raya, Sudimara Pinang, Kota Tangerang, Banten 15220.
Untuk memastikannya, pagi ini saya pergi ke lokasi, sampai jam 07.25. Jam tamu resmi jam 08.30. Pagi ini hujan dan becek tempat parkirnya.
Nama Arum yabg saya ingat saat itu. Dia saya telepon, karena yakin, dia pasti senang saya datang dan menjemput saya dengan payung. Ternyata Arum sudah sibuk dengan para malaikat kecil yang akan menghibur Sang Anak Domba, Immanuel.
Tidak sronto, setelah minum kopi beberapa sruput, saya pergi menuju ke palungan itu, dengan sedikit kuyup oleh grimis dingin yang mengiringiku.
Di depan pintu samping, dari kejauhan saya melihat Arum berinteraksi lembut dengan malailat-malaikat kecilnya.
Setelah minta ijin seorang gembala muda untuk duduk tepat di depan palungan (altar). Menatap dengan penuh kagum dan berdoa: “Ya Tuhan, saya tidak pantas Tuhan datang pada saya, tapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.”
“33 tahun aku menunggu”, guman Santo Yosef yang ada di dekatku. Palungan itu bernama Gereja Santa Bernadet, Paroki Pinang, Ciledug.
Dari kejauhan, Arum dan rombongan malaikat kecilnya menyenandungkan tembang kenangan: “Kini ku melihat dan ku merasakan, Indah Rencana-Mu.”
Tetaplah berada di jalan Tuhan. DIA tidak akan ingkar.
…
Jlitheng

