Akhirnya kegamangan ‘memahlawankan’ Suharto itu berhenti.
“Pahlawan itu yang seperti apa dan bagaimana?”
Mungkin ‘makna pahlawan’ yang benar itu seperti ungkapan Yohanes, “Biarlah Ia semakin besar, dan aku semakin kecil.”
Seorang pahlawan, sebenarnya sejak masa hidupnya sudah meletakkan egonya di bawah kemuliaan bangsanya. Justru hidupnya harus manampakkan kemuliaan bangsa yang diabdinya . Dengab begitu, gelar pahlawan bukan lagi jadi fokus. Jika sungguh kemuliaan bangsa yang tampak, orang akan memandang nilai kepahlawanan dalam dirinya.
Mgr Soegijapranata tidak diangkat sebagai pahlawan, toh dikenal kepahlawannya dalam sejarah hidup berbangsa dan bernegara. “Aku 100% Indonesia.”
Salam sehat.
Jlitheng

