“Catatan kecil untuk yang muda di Hari Orangtua Sedunia.”
Jika paguyuban iman diibaratkan sebuah pohon, maka orangtua yang sudah tiada itu bisa diibaratkan akarnya. Akar adalah bagian penting yang menopang pohon, memberikan nutrisi dan kestabilan. Begitu pula orangtua yang merupakan generasi awal dalam suatu paguyuban atau keluarga itu jadi fondasi nilai-nilai iman dan tradisi yang diwariskan. Kepergian mereka meninggalkan lubang yang dalam, namun jejak dan warisan yang mereka tinggalkan tetap jadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan paguyuban tersebut.
“Iman, Doa, dan Bakti” mereka yang membuat paguyuban itu sanggup melayari zaman.
Selamat “Hari Orangtua Sedunia.”
Salam sehat.
…
Jlitheng

