Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Detak detik gemulaisederet waktu berjingkrakrindu pamit meninggalkan segumpal kenangan paling pekat”(Geliat sang Waktu) Puisi Adasepotong duka tersayat berdarah meresap pada setetes rindu dalam secangkir dahaga mengkristal pada secarik misteri yang setia menggeluti cemas ini. Masihkahsepoi berita angin duka setahun silam kan kembali bergegas pulang di musim semi ini? Atauia kan…
Refleksi tentang Waktu:
Menghindari Pengaruh Negatif
Cara sederhana dan bijaksana agar kita terhindar dari pengaruh negatif dari orang yang pikirannya negatif adalah … Sejatinya yang diungkapkan di atas itu agar kita jadi buta atau dibutakan oleh pribadi-pribadi yang memberikan energi negatif kepada kita. Jika kita ingin menggunakan mata dengan jernih untuk melihat orang lain, hendaknya terlebih dulu kita membagikan energi positif…
Terjadilah Seturut Imanmu
Ada cerita, bahwa dua pasangan suami istri memiliki kebutuhan yang sama, yaitu ingin memiliki anak lelaki. Mereka adalah teman sejati sejak remaja. Setelah menikah, mereka tetap berteman akrab. Kedua istri tersebut melahirkan dua anak perempuan. Mereka juga bersama-sama ingin anak ketiganya laki-laki. Ada usulan dari teman-teman mereka supaya masing-masing pasangan pergi berziarah rohani. Ada sebuah…
Kebaikan yang Selalu ada Jalan Keluarnya
Mat 9 : 27-31Kabar Baik dari Tuhan untukmu: “Engkau tercipta sebagai pewarta kebaikan bagi sesama. Maka berusahalah agar hanya kebaikan yang ke luar dari mulut, pikiran, dan hatimu.” Dalam Injil, tindakan dua orang buta ini jadi contoh pewartaan kebaikan: Maka meleklah mata mereka. Juga pesan Yesus yang tegas kepada mereka, kata-Nya: “Jagalah supaya jangan seorang…
Makin Jarang Minta ‘Maaf’
Di sekitar rumah kami, setiap sore sering ramai dengan anak-anak kecil. Usai main bola kaki atau yang lainnya, ada juga anak yang usil melempar sandal, batu kecil, atau kain kotor ke atap. Kalau berhasil … lantas lari terkekeh-kekeh. Serba salah memang, kalau kita marah pada mereka cenderung akan dijawab: “Namanya juga anak-anak.” Memang, saat melakukan…
Mengakui Keterbatasan
Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud” (Mat 9: 27). Sakit dan keterbatasan fisik sering kali jadi penghambat seseorang untuk dapat melakukan aktivitas sebagaimana mestinya. Tidak hanya itu, dalam hal psikologis, sakit dan keterbatasan fisik itu juga memberikan dampak ketakutan dan kecemasan yang…
Tuhan adalah Terang Hidupku
“Tuhanlah Terangku, yang membuka mataku, harapan tempat aku percaya, dan keselamatan yang aku nantikan.” Yesaya menabur harapan bagi umat Tuhan: orang tuli akan mendengar, orang buta akan melihat, dan orang kecil akan kembali bersukacita dalam Tuhan. Penazmur juga menguatkan hati kami: “Tuhan adalah terang dan keselamatanku. Terhadap siapakah aku harus takut?” Tuhan mengajarkan, bahwa keselamatan…







