“Kebenaran tidak akan bisa masuk ke dalam pikiran ini, jika kita sudah membangun tembok tebal yang kokoh kuat, sehingga mementalkannya.” Memang susah bagi orang yang sudah membangun tembok di dalam otak dan hatinya, alias hati mengeras, sehingga tidak mau menerima pendapat orang lain. Lebih mengerikan lagi, bila Anda telah menghidupi sesuatu yang salah, yang dianggap…
Datang kepada Tuhan yang Mengasihi
“Kasihanilah aku, ya, Allah menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar” (Mzm 51: 3). Kita semua pasti pernah jatuh dalam dosa. Bahkan Daud, seorang Raja besar yang sangat dekat dengan Tuhan, pernah melakukan kesalahan besar dalam hidupnya. Tapi, dengan berani, ia datang kembali kepada Tuhan dengan hati yang hancur dan tulus. Daud tidak…
Ada Jendela Terkuak Lebar
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Quando Claudit Deus, Aperit Alius”“Kala Tuhan Menutup Pintu, Dia Membuka yang Lain.”(Adagium Latin) Fakta Historis Sejarah membuktikan banyak orang gagal di satu bidang, tapi berhasil di bidang lain. Kita tidak inginkan, bahwa selamanya akan berkubang dan tenggelam dalam lumpur kesedihan dan kegagalan? Karena itu, ubahlah fokus pandangan kita dari pintu…
Memilih Berkat
Setelah Rabu Abu, liturgi hari pertama mengajak kita untuk merenungkan tentang berkat Allah. Masa Prapaskah ini sangat spesial mengenai disiplin beriman dengan tuntutan volume dan kualitas yang lebih kuat, dibandingkan dengan masa-masa liturgi lainnya. Berkat Tuhan sangat kita perlukan demi terwujudnya proses pendisiplinan diri, karena Tuhan berkenan dengan berkat-Nya bagi setiap orang yang mengharapkan keselamatan…
Lembar Kertas Kehidupan
“Jangan takut menuliskan kisah perjalanan dalam lembar buku kehidupan.” -Rio, Scj. Selembar kertas, kalau hanya dikosongkan itu tidak mempunyai nilai apa-apa. Kertas yang sama di tangan anak kecil itu jadi coretan, di tangan pelajar jadi catatan, di tangan pebisnis jadi kontrak, dan di tangan pihak pembuat uang jadi nilai tukar. Singkatnya di tangan yang tepat…
Kesetiaan dalam Penderitaan
“Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga” (Luk 9: 22). Yesus secara terbuka menyatakan misi hidup-Nya: menderita, ditolak, dibunuh, dan bangkit. Bagi para murid, pernyataan ini tentu sangat mengejutkan. Mereka berharap Mesias datang sebagai pahlawan yang membebaskan secara politik dan…
Memanggul Salib, Memilih Kehidupan
“Inilah jalan sempit yang menuju kehidupan. Yesus mengundang kita bukan kepada kenyamanan, melainkan kepada kebebasan.” Allah menempatkan di hadapan kami kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Melalui Musa, Allah berkata, “Pilihlah kehidupan.” Melalui Mazmur, Allah menunjukkan jalannya untuk jadi seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air; berakar dalam, tetap teguh melewati musim, dan berbuah…







