Layaknya sebuah bejana tua yang retak, kami tidak lagi utuh kendati ingin migunani Migunani itu tidak berarti harus utuh. Artinya, dalam kondisi retak adalah bentuk keberanian tertinggi. Kami tidak lagi memberi dari ‘kelebihan’, tapi memberi dari ‘kedalaman’. Saat kami berhenti berusaha untuk jadi sempurna, di situlah kami jadi sangat nyata bagi orang lain, bahwa ‘hidup…
Allah yang lebih Dahulu Memanggil
Ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku! (Luk 5: 27). Penginjil Lukas menampilkan Yesus yang memanggil Lewi, seorang pemungut cukai, untuk mengikuti-Nya. Kisah ini mengingatkan kita, bahwa pertobatan bukanlah terutama usaha manusia untuk jadi layak, melainkan tanggapan atas panggilan…
Pembaruan Sejati Dimulai dari Hati yang Bertobat
“Prapaska bukan hanya berpuasa dari makanan, melainkan juga belajar, di meja siapa kita duduk makan bersama.” Di tengah perjalanan Prapaskah ini, Injil menyingkapkan hati Yesus. Ia melihat Lewi duduk di meja cukainya; terikat oleh masa lalu, dipandang hina oleh banyak orang. Orang melihatnya sebagai pengkhianat. Tapi Yesus melihat seorang yang masih bisa bangkit. “Ikutlah Aku.”…
Jejak Kelana Nafas-49
Bocah Angin-545
Dasyatnya… ‘Sekarang’
1.Wow… dasyatnya sekarangAku masih sadar akan waktuAku sekarang sedang ada dan menjadiAku sungguh alami fakta dasyatbahwa sekarang nyata terjadidan kemarin tak pernah kembaliEntah apakah bisa sampai besok nantiEntah ada waktu dan tempat bersemiEntah terus ada dan menjadi?Aku tak tahu dan tak mau pedulikarena dasyatnya itu sekarangApa pun yang terjadi… 2.Wow… dasyatnya sekarangAku masih bisa bernafasAku…
Pertobatan yang Sejati
Nabi Yesaya menyampaikan janji Tuhan yang indah: jika kita berhenti menindas sesama, tidak lagi menyalahkan orang lain atau berkata jahat, maka terang Tuhan akan menerangi hidup kita (bdk. Yes. 58: 9b-14). Pertobatan sejati tidak hanya soal hubungan pribadi dengan Tuhan, tapi juga nyata dalam sikap terhadap orang lain. Kita dipanggil untuk jadi pribadi yang membangun,…
Jadi Model Pertobatan Bagi Sesama
Lewi adalah seorang pemungut cukai, yang dikategorikan sebagai orang berdosa. Dosa ketidakadilan dan kerakusan telah membuatnya menjauh dari Tuhan, tapi Tuhan sendiri yang mencari dan menemuinya bagaikan Gembala yang mencari domba yang tersesat. Sebagai ucapan syukur, ia mengadakan pesta dan mengundang banyak pendosa lain, lalu duduk makan, bercerita bersama Yesus. Lewi telah jadi jalan kecil…
Negarawan Ideal
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Negarawan ideal adalah ia yang memiliki kebijaksanaan, keadilan, dan kemampuan untuk memimpin dengan bijaksana.”(Plato)Philosopher King / Raja Filsuf Negarawan dan Politisi “Negarawan adalah seorang yang bervisi ke depan untuk kebesaran bangsa dan negara yang jauh melampaui usianya. Kekuasaan hanyalah wahana mewujudkan cita-cita mulia politiknya demi tegaknya keadilan dan kesejahteraan bersama.”…







