Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Kata-kata yang tidak dipertanggungjawabkandapat meracuni hati”(Didaktika Hidup Berkomunikasi) Etika dalam Berbahasa “Mulutmu, harimaumu,” adalah idiom bermakna, bagaimana idealnya kita beretika saat berbahasa. Bahwa kata-kata yang diucapkan secara serampangan, akhirnya dapat berbalik dan memangsa diri sendiri. Itulah apesnya kita, jika suka bergunjing. Hal ini ibarat senjata makan tuan. Saya teringat nasihat…
Renungan Harian Katolik
PERTOBATAN: BERUBAH UNTUK BERBUAH
Minggu Prapaskah IIIC, 23 Maret 2025 Oleh Romo Agus CSsR Selamat merayakan minggu prapaskah ketiga. Masa prapaskah adalah masa pertobatan. pertobatan sejati itu dimulai dari diri sendiri dengan menanggalkan ego. Pertobatan hanya mungkin kalau mau berubah untuk berbuah. Dalam injil hari ini, Yesus mengatakan bahwa jika kamu tidak bertobat, kamu akan binasa. Simak dalam renungan…
Sang Penerang
“Hidup dalam terang, semua jadi terlihat benderang, karena tidak ada yang disembunyikan.” -Mas Redjo… Untuk jadi baik dan hidup dalam terang itu tidak harus dilakukan revolusi mental secara serentak, terstruktur, serta sistematis. Tapi yang utama dan penting adalah perubahan itu dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan. Resepnya juga sangat sederhana dan gamblang, yaitu hidup…
Dosa Merusak Tubuh dan Hatimu, tapi Pengampunan Allah Memulihkannya
Luk 15: 1-3. 11-32“Setiap kali berdosa, sebenarnya kita sedang merusakkan jiwa dengan cara memuaskan tubuh. Tubuh yang puas dengan kenikmatan akan menjauh dari cinta Allah, namun belas kasih seorang Bapa selalu mengampunimu tanpa syarat dan batas.” Pengampunan Allah selaku Bapa yang baik dan maha rahim itu terungkap dalam injil hari ini: ”Ketika ia masih jauh,…
Warisan Keselamatan Bapa
”… Ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka” (Luk 15: 12b). Injil hari ini merupakan salah satu perikop terkenal yang menggambarkan misteri kerahiman Allah. Ditampilkan kepada kita, si bungsu, yaitu anak yang menghabiskan berkat dari Bapanya, berupa warisan, untuk memuaskan keinginannya yang tidak baik. Bersamaan dengan dia, ada si sulung, yaitu anak yang loyal…
Pantang apa?
Hari ini Pantang Menyerah!
Tiba-tiba pengendara motor, seorang Ibu paruh baya, yang penuh membawa barang, ingin menyebrang jalan, refleks kuinjak rem dan dia kuberi jalan. Sejenak Ibu itu mengangguk takzim. Aku membalas dengan cara yang sama. Tidak tahu yang dipikir, mungkin saja senang, sebab merasa didahulukan, dan anggukan itu tanda terima kasih. Di jalanan, di ruang publik, orang dengan…
Secercah Sajak Semesta 06
Antara Tradisi dan Kreasi Peradaban
Simply da Flores … 1.Aku, engkau, dan kitaadalah putra-putri tradisiterlahir dari tradisi orangtuaHidup dan dibesarkan dengan tradisi keluarga dan masyarakatBerada dalam dinamika tradisiMemilih jadi apa dan siapa juga dipengaruhi tradisiBahkansering ditagih untuk jadi seperti maunya tradisi“Kebebasan dialami dalam keterbatasandari kebebasan sesama, tradisi, dan kondisi alam lingkungan” 2.Ilmu pengetahuan dan pengalaman diwariskan oleh tradisiManusia mengembangkan inovasi…







