“Menikmati liburan itu tidak identik dengan bermalas-malasan atau bersantai-ria, tapi yang utama adalah membangun keakraban dalam keluarga.” -Mas Redjo Bagi saya pribadi, liburan itu adalah suatu kemewahan! Karena sejak menikah saya ini maniak kerja. Hidup untuk bekerja. Saya harus memenuhi kebutuhan keluarga! Prinsip hidup berumah tangga saya adalah kami ingin menikmati hidup yang bebas waktu…
Datanglah Apa Adanya!
“Aku akan bangkit dan pergi kepada Bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap Surga dan terhadap Bapa …” (Luk 15: 18). Kesengsaraan membuat si Bungsu dalam Injil memutuskan untuk pulang. Mungkin, ia tidak mencintai Bapanya. Saat hidup nyaman ia tidak ingat pada Bapanya. Saat sengsara pun, yang diingat hanyalah makanan di rumah Bapanya…
Srawung lan Tetulung
“Happiness can’t be far behind a grateful heart, and a peaceful mind” (Kebahagiaan tidak akan jauh dari hati yang bersyukur dan pikiran yang damai). Kuncinya: mau kel uar dari kepompong nyaman diri. Mereka yang disebut baik dan bahagia adalah seperti orang Samaria, ‘srawung lan tetulung’, membuka diri dengan sekitarnya dan mau mengulurkan tangan kepada siapa…
Secercah Sajak Semesta 14
Membangun Istana di Awan
Simply da Flores … 1.Ada pondok kardus berjejer di sepanjang area rel keretaPemiliknya bercanda ria dengan perjuangan merajut nafas menenun rindudengan usaha memintal desir darah menenun dambaBukan saja mendapat rezeki hari initetapi…nanti mempunyai pondok kecil dan sawah di kampungatau membeli rumah sederhana di pinggir kota dengan tempat usahaTidak harus rumah mewah dan gedung bertingkat 2.Bocah-bocah…
Tanda Terbesar
Kita sudah mempunyai tanda. Tidak memerlukan tanda yang lain. Yang dibutuhkan sekarang adalah bagaimana kita makin percaya dengan Dia yang telah memberikan tanda itu, makin dekat kepada-Nya dan bertindak seperti diri-Nya yang telah mencintai kita ini apa adanya. “… dan ada sesuatu yang lebih besar dari Yunus di sini. … dan ada sesuatu yang lebih…
Grasa-grusu
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Kecerobohan dalam bersikap, mendatangkan malapetaka.”(Didaktika Hidup Tulus) Surat Pembaca Jumat, (28/3/2025), dalam harian Kompas, pada kolom Opini, “Surat kepada Redaksi,” ada sebuah opini dari Kosmantono, yang beralamat di Perum MP, Purwokerta, yang berjudul “Grasa-grusu.” Sejak awal 2025 kita diguncang berbagai situasi yang membuat masyarakat kaget, risau, dan sedih, lalu apatis….
Kesombongan Meninggikan Dirimu, tapi Merendahkan Martabatmu
Luk 18: 9-14“Orang sombong tidak hanya terlihat dari barang kepunyaan, gaya hidup, tapi terlebih kata-katanya sekalipun tidak memiliki yang disombongkan itu. Kesombongan selalu membuat dirimu terbang tinggi hingga menjatuhkanmu bagaikan burung patah sayap. Di saat itulah kesombongan akan menertawai dirimu sendiri.” Apa yang harus disombongkan? Yesus menampilkan sosok si pemungut cukai agar jadi model dalam…







