Mat 5: 33-37“Kejujuran tidak hanya mengungkapkan dengan pasti nilai kebenaran, tapi juga melukai yang mendengarnya, entah karena fakta maupun yang berlindung di balik kebohongan.” Kepada kita, para pengikut-Nya, Yesus menegaskan dalam Injil pagi ini: “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si…
Berkarya untuk Menikmati Berkat-Nya
“Ungkapan puji dan syukur adalah cara terbaik menikmati anugerah Tuhan untuk hidup bahagia.” -Mas Redjo Sesederhana itu, hidup bahagia itu sederhana dan mudah. Sedang hidup sulit dan ribet itu datang dari pikiran dan keegoisan. Sejatinya orang menderita itu, karena buah-buah dari pikirannya sendiri! Apakah saya bahagia? Jelas, saya bahagia, karena hidup untuk bersyukur, berlimpah sukacita,…
Berani Hidup Jujur itu Hebat
Menilai orang lain itu gampang; apalagi kebanyakan yang diperhatikan hanya yang jeleknya. Namun, apakah kita juga rela untuk mengaca dan berani mengakui kekurangan sendiri? Hanya kalau kita ‘sadar diri’ dan berani mengakui kekurangan sendiri, kita membuka pintu untuk perubahan dan pertumbuhan. Paulus mengingatkan kita untuk jadi ‘ciptaan baru’ dengan meninggalkan kebiasaan buruk dan menjalani hidup…
Etika Komunikasi yang Runtuh
Miris hati ini melihat gejala terjun bebas etika komunikasi di medsos, termasuk WhatsApp. Siapa pun, apa pun jabatan dan usianya, melakukan terjun bebas itu. Etika komunikasi adalah prinsip-prinsip moral dan sosial yang mengatur cara kita berkomunikasi dengan baik, jujur, dan menghargai orang lain. Tanda-tanda etis adalah penggunaan bahasa yang santun, jujur dalam menyampaikan informasi, menghargai…
Suara Hati Nurani
“Jika ya hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak” (Matius 5: 37). Allah menciptakan manusia dengan akal budi dan hati nurani yang baik, supaya kita mengerti dan melakukan yang benar. Jadi, ketika seseorang melakukan kesalahan atau dosa, ia tahu dengan pasti, bahwa dirinya berdosa. Ia mengerti, bahwa cara hidupnya tidak baik. Ketika…
Secercah Sajak Semesta – 90
Alam Semesta Meruwat Zaman
Simply da Flores 1.Manusia bergelora memperjuangkan HAMdengan korupsi, polusi dan perangSedangkanHak Asasi Alam rayatidak dipeduli, tetapi terus dikurasPadahal manusia cuma unsur alam rayadan tergantung mutlak hidupnya pada semesta Angka dan kata jadi sejuta wajahdalam kecanggihan teknologi digitalyang melayani tagihan nafsu segelintir individu milenialMungkin inilah Zaman Edanmanusia mengagungkan kata dan angkaselera jadi prinsip dan tujuanSurga hidup…
Ungkapan Kesedihan: Menangis
“Dia melihat kota itu dan menangis karenanya” (Luk 19: 41). Dia menangisi yang terjadi dan yang telah dilakukan mereka. Sikap dan tingkah laku penduduk Kota Yerusalem pada saat itu, tidak menghadirkan damai. Seharusnya kota ini jadi tempat yang damai. Itulah sebabnya, pada saat itu Yesus meramalkan runtuhnya kota tersebut. Ini benar-benar terjadi di tahun 70…







