Selasa, 11 Februari 2026 Oleh Romo Agus CSsR Beriman itu yang penting bukan soal penampilan lahiriah atau kesing atau covernya tapi isinya. Beriman dengan menaati segala peraturan tentu saja tidak salah tapi tidak boleh mengabaikan isi atau esensi beriman yaitu kemanusiaan. Yesus mengecam orang farisi dan ahli taurat karena mereka sangat mementingkan ketaatan pada hukum…
Renungan Harian Katolik
Ruang Bagi Tuhan
Ruang dimaksudkan di sini bukan sebuah tempat atau lokasi. Karena prinsipnya Tuhan tidak bisa dikondisikan ke dalam sebuah tempat. Sebaliknya, Tuhan berada di dalam ruang yang melingkupi dan menaungi kita. Ruang itu menandakan sebuah kehadiran dan keberadaan. Tuhan menyediakan ruang itu dan Dia sendiri berada di sana. Raja Salomo dan umat Allah menaruh tabut perjanjian…
Tuhan, jadikan Saya Garam
Penerimaan diri adalah langkah awal yang paling membebaskan. Ketika kita berkata, karena saya memang hanya itu. Hal itu bukanlah sebuah kekalahan, melainkan sebuah kejujuran yang berani. Ada kelegaan yang luar biasa, ketika kita berhenti memikul beban harus hebat dan mulai fokus pada ‘jadi bermanfaat’. Garam itu tidak pernah berkompetisi dengan gula atau rempah lain untuk…
Menghadirkan Kasih
Kita melihat momen penuh kekhusyukan: Tabut Perjanjian yang melambangkan kehadiran Tuhan dibawa ke Bait Suci. Ketika tabut diletakkan di tempat kudus, kemuliaan Tuhan memenuhi rumah itu dalam bentuk awan (1 Raj. 8: 10-11). Peristiwa ini menegaskan, bahwa Allah hadir di tengah umat-Nya, bukan sekadar sebagai simbol, melainkan sebagai sumber hidup dan kekuatan. Dalam Injil, Yesus…
Allah Hadir di Tengah Umat-Nya
“Allah tidak tinggal hanya di gedung-gedung suci. Ia mau tinggal dekat dengan umat-Nya; dapat dijumpai, disentuh, dan dialami oleh hati yang mau menyadari kehadiran-Nya.” Yesus tiba di Genesaret; tempat biasa, bukan kota besar. Tapi begitu Ia datang, suasana berubah. Orang-orang segera mengenali-Nya. Mereka berlari ke sana kemari. Mereka mengusung orang-orang sakit dan berkata dengan penuh…
Jejak Kelana Nafas-37
Bocah Angin-545
Dari Tragedi Sang Bocah Anak 10 tahun Mati Tergantung
1.Bocah Nabi Milenial Pada pohon cengkeh terpatri waktuTragedi bocah tergantung bisuTali di lehernya paling tahuSiapa yang jadi pelakuTerpisahnya roh jiwa dari tubuhPasti disaksikan daun-daun hijauMeskipun belum ada yang mengakuEntah sebagai pelaku atau ikut tahu Pada kertas yang tertulis bicaraHuruf-huruf tahu siapa penulisnyaKertas dan balpoin mengenal jemari tangan pelakunyaRangkaian kata menegaskan maknanyaPondok kecil jadi saksinyaMengapa bocah…
Menilai Orang lain, tapi Kompromi Terhadap Diri Sendiri
“Kadang terhadap kesalahan yang sama kita cenderung menilai jelek terhadap orang lain, sebaliknya kita sangat mudah memaafkan diri sendiri.” Orang-orang Farisi menilai jelek terhadap para murid Yesus yang menyalahi praktek adat istiadat atau hukum bangsa mereka, padahal mereka sendiri berlindung di balik aturan itu dan mengabaikan yang dikehendaki Tuhan. Bagi Yesus, adat istiadat manusia tentunya…







