“Kemuliaan sejati itu bukan, ketika kita meninggikan diri, melainkan saat kita merendahkan hati di hadapan Allah. Dia-lah yang mengangkat orang kecil dan memberkati yang berjalan dalam jalan-Nya.” Sabda Allah menyingkapkan, bahwa jalan berkat itu bukan lewat kuasa atau kehormatan, melainkan lewat kerendahan hati dan kepercayaan pada-Nya. Rut, seorang asing yang tidak mempunyai apa-apa, selain kesetiaan…
Budaya Asbun
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Mulutmu adalah harimaumu.”(Peribahasa Bangsa) Akronim dari ‘Asbun’ Akronim dari ‘asbun’ adalah asal bunyi. Hal ini dimaksudkan, bahwa di saat berbicara, orang tidak berpikir dulu secara matang, namun dilontarkan secara spontan. Adapun dampak negatif dari budaya asbun ini justru melahirkan kekacauan di dalam masyarakat. Juga budaya asbun itu dapat terjadi sebagai…
Jadilah Pemburu yang Tangguh
“Jika ingin sukses dalam berbisnis, jadilah pemburu yang tangguh.” -Mas Redjo … Tidak sekadar sebagai motivator, EJ bagi saya adalah sahabat yang mampu membangunkan minat saya untuk jadi seorang pemburu yang tangguh dalam berbisnis. Peristiwa ini bermula, ketika saya mulai berwirausaha (2001). Saya menceritakan kegigihan seorang mahasiswa suatu perguruan negeri terkenal, SB yang berjualan kantong…
Anda Memiliki Kemampuan untuk Mencintai
Mat 22: 34-40Kabar Baik dari Tuhan untukmu: “Tuhan menciptakan setiap orang dengan satu kemampuan sama yakni mencintai. Maka gunakanlah kekuatan itu untuk mencintai Tuhan dan sesamamu.” Kita lahir dari Allah, Sang Sumber Cinta, maka adalah tugas kita untuk: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Kasihilah sesamamu…
Kamu ini Golongan Apa?
Ketika Menkeu menyebut, “Guru adalah beban negara” itu adalah semacam ‘mind-traps’ atau ‘thinking fallacies’ atau sesat berpikir, sebuah realitas yang semakin parah di era ‘Post-Truth’, zaman terbalik-balik, yang benar jadi salah, yang salah dibuat seolah-olah benar. Terus diulang dan jadi persepsi atau dianggap benar. Yang benar jadi terbungkus. Cara berpikir seperti ini sangat berbahaya. Masih…
Mengasihi Tuhan Seperti Bunda Maria
Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” (Mat 22: 37). Yesus mengajarkan, bahwa hukum yang terutama adalah mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi (bdk. Mat 22: 37). Kasih yang dimaksud bukanlah sekadar perasaan, melainkan sikap hidup yang menempatkan Tuhan di atas…
Dua Sisi Koin Kasih
Allah Bapa memberi pelajaran yang paling penting dan fundamental pada kita, ketika seorang ahli Taurat bertanya, manakah hukum yang paling agung, Putra-Nya, Yesus, menjawabnya dengan hikmat yang bersinar, menyingkapkan inti dari seluruh Hukum Taurat: yaitu untuk mengasihi Engkau, ya Tuhan kami, dengan segenap keberadaan kami; dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi kami. Yesus tidak…







