Oleh : Rio, Scj.
“If you can dream it, you can do it.”
| Red-Joss.com | Suatu pagi mahasiswa bernama George terlambat masuk ruang kuliah Profesor Nyeman. Dia melihat ada dua soal matematika di papan tulis. George pikir itu PR. Pulangnya ia mengerjakan kedua soal yang cukup sulit itu untuk diselesaikan dan diserahkan kepada Profesor Nyeman.
Enam Minggu kemudian pintu kost George digedor-gedor. Ternyata yang menggegor itu Profesor Nyeman, di tangannya memegang PR George dan dengan semangat dia berkata, “George kamu berhasil menyelesaikan dua soal tersulit di bidang matematika yang tak terpecahkan selama puluhan tahun. Saya akan publikasikan hasil karyamu itu pada pertemuan matematika sedunia nanti.”
George tertegun. Ia sungguh tidak menyangka, ternyata kedua soal itu tidak terpecahkan selama puluhan tahun!
Mengapa George bisa menyelesaikan soal tersulit itu? Karena George tidak mengunci pikirannya. Karena terlambat, ia berpikir dua soal itu adalah PR yang harus diselesaikannya, maka ia pun menyelesaikan itu. George pun menjadi profesor, dan pemenang Nobel di bidang matematika.
Sebuah pembelajaran luar biasa. Ternyata ketika pikiran dan otak kita tidak terkunci itu dasyat luar biasa. Yang paling bahaya adalah, ketika pikiran kita dibelenggu oleh kata ‘tidak bisa’: Saya tidak bisa bisnis, tidak bisa lulus, tidak bisa maju, dan kata tidak bisa lainnya lagi. โI can’t โฆโ
Mulai hari ini, katakan dalam hati: “I can do it, I must do it”. Kita dapat melakukan atau kita bisa โฆ Talenta yang diberikan Tuhan itu jangan disembunyikan, tapi dikembangkan. Saat kita mencoba dan mengembangkannya, Tuhan pasti menambahkan anugerah dan memampukannya. Kita jangan takut gagal, dicoba, berjuang, dan bangkit saja. Kita pasti bisa dan mampu. Dalam hidup ini memang ada yang bisa kita selesaikan, pecahkan, kerjakan dan perjuangkan. Yang tidak bisa itu serahkan pada Tuhan yang turun tangan untuk menyelesaikannya.
Deo gratias.
Edo/Rio,ย Scj

