“Memanfaatkan sahabat yang baik demi kepentingan sendiri itu cerdik. Tapi sesungguhnya perbuatan itu hanya mempersulit dan memberati hidup sendiri.”
…
| Red-Joss.com | Kepentingan sesaat itu manis dan nikmat, tapi getir pahitnya hingga ke relung jiwa.
Berani jujur itu kebijaksanaan. Tapi berani akui kesalahan itu anugerah Allah agar kita rendah hati, berani minta maaf, dan perbaiki diri.
Disadari dan diakui atau tidak, jika kita memanfaatkan sahabat demi keuntungan sendiri, sesungguhnya kita mengggali kubur sendiri.
Sahabat yang tulus hati itu tidak berubah sikapnya, meski didholimi dan disakiti. Karena ia pemaaf dan murah hati.
Sebaliknya memanfaatkan sahabat itu rugi sendiri. Cepat atau lambat kebohongan itu bakal terbongkar. Kita malu hati dan dihukum oleh penyesalannya sendiri.
Ketimbang memanfaatkan sahabat baik untuk kepentingan sesaat, lebih bijak bersikap terbuka, terus terang, dan jujur. Sahabat itu tidak senang dibohongi dan dikhianati. Tapi menghargai dan menghormati, kejujuran, karena senang menolong.
Bersikap jujur itu kebijaksanaan dan anugerah Allah agar kita hidup dalam kebenaran. Orang jujur itu dipimpin oleh ketulusannya, tapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya” (Amsal 11: 3).
Orang yang senang berbuat curang itu selalu kekurangan. Sebaliknya orang yang jujur akan bermegah (Maz 64: 11).
Semangat kejujuran itu harus dimiliki setiap insani. Karena Orang jujur akan dianugerahi umur panjang (Amsal 16: 31).
Mas Redjo

