| Red-Joss.com | Menjadi orang asing itu, ketika kita pindah ke suatu daerah baru. Kita tidak mengenal daerah itu, termasuk dengan warganya.
Menjadi orang asing itu bisa juga kita menutup diri terhadap orang lain maupun lingkungan di mana bermukim. Kita menjadi individual, karena sibuk kerja, malas srawung dengan warga, dan banyak alasan lainnya.
Padahal hidup tanpa beradaptasi dan bersosialisasi itu ibarat katak dalam tempurung alias kuper. Kesannya sok borjuis, pilih teman selevel, atau bisa juga kita minder bergaul, karena miskin, bodoh, dan seterusnya.
Sesungguhnya menjadi orang asing itu tidak enak, bahkan rugi sendiri. Tanpa membuka diri untuk peduli dan bersosialisasi, kita kehilangan diri sendiri, dan hidup ini serasa sunyi sepi.
Jangan bilang yang penting itu kita membayar iuran RT atau IPL, maka semua menjadi beres. Lho…? Coba kemukakan alasannya, kenapa kita malas, tidak mau bersosialisasi, bahkan menutup diri.
Jangan bilang bersosialisasi itu tidak penting, karena membatasi diri dengan sibuk bekerja demi memenuhi pundi-pundi materi. Faktanya hidup kesepian, hambar, dan tidak bahagia.
Jangan membuang waktu dengan hal yang tidak berguna dan sia-sia. Jika hidup sekadar mengumpulkan materi. Bahkan hingga mati pun materi dunia itu tiada habisnya untuk dikumpulkan. Kita selalu kurang, dan terus kekurangan. Karena kita dikuasai oleh berjuta keinginan.
Sesungguhnya, hidup ini sungguh berarti, ketika kita mau membuka diri dan hati ini untuk lebih peduli dan bersosialisasi untuk maknai hidup ini.
Sesungguhnya, orang asing- seasingnya itu, ketika tidak mau mengenali diri sendiri.
Siapakah kita? Mau ke manakah tujuan peziarahan ini?
Kita asing, karena tidak memahami arti penciptaan ini. Kita secitra dengan Allah, tapi kita tidak mau datang mendekat, akrab, dan makin mengenali-Nya.
Kita tidak menjadi asing dengan diri sendiri, ketika kita sungguh peduli dan membuka hati untuk srawung dengan sesama.
“Kasihilah sesamamu seperti mengasihi diri sendiri.”
Dengan mengasihi sesama, kita mengasihi Allah. Karena Allah adalah kasih.
Saling mengasihi, karena kita tidak asing dengan diri sendiri.
…
Mas Redjo

