Berbeda dengan ‘people pleaser’, yang selalu ingin menyenangkan orang lain, kecewa jika tidak bisa, adalah orang yang justru cenderung membuat kecewa, dengan sikapnya yang ‘ora pepoyan’.
Misalnya, seorang politikus yang terpilih, tapi tidak menepati janji kampanyenya, lalu saat ditagih malah sulit dihubungi atau menghilang begitu saja, itu namanya orang yang ‘ora pepoyan’.
Istilah ‘ora pepoyan’ berasal dari bahasa Jawa untuk melukiskan tindakan seseorang yang sengaja menghindar agar tidak perlu memenuhi janjinya atau menghadapi konsekuensi dari perbuatannya.
Model ‘ora pepoyan’ itu tidak hanya dalam bisnis, tapi juga dilakukan oleh orang dekat, orang terhormat, orang yang dipercaya. Ternyata… ‘lungo ora pepoyan’.
“Bebaskanlah kami dari yang jahat!”
Salam sehat.
Jlitheng

