Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Saya disebut Presiden termiskin. Padahal, saya tidak merasa miskin.
Orang miskin adalah
yang bekerja keras demi
menjaga gaya hidupnya
dan selalu ingin lebih.”
(Jose Mujica)
Sinopsis Hidup Jose Mujica
Pernah jadi presiden dan senator, total kekayaan Jose Mujica tak sampai Rp 3 miliar. Selama jadi Presiden, ia cuma mengambil gaji 800 dollar AS tiap bulan. Untuk hidup sehari-hari ia dan istrinya berjualan bunga.
Dunia pun turut Mengaguminya
Bangsa-bangsa di Amerika Selatan menangisi Jose Mujica (89) yang wafat pada Selasa (13/5/2025). Mantan Presiden Uruguay itu dikenal sebagai presiden termiskin di dunia, demikian tulis Kris Mada, jurnalis Kompas, Kamis (15/5/2025), kolom Obituari berjudul, “Menangisi dan Mengenang Teladan Jose Mujica.”
Kepergian beliau sungguh dikenang oleh dunia, bahkan harian Kompas sebagai harian terdepan di negeri ini turut mengemasnya lewat sebuah laporan yang sangat rinci.
Kesaksian demi Kesaksian
- Warga Montevideo menangisinya dan bersaksi, bahwa almarhum adalah Presiden yang bertindak seperti warga biasa.
- Presiden Brasil, Luiz Inacio Luna dan Silva sebagai humanis terbesar di abad ini.
- Mantan Presiden Bolivia Evo Morales memuji keunggulan kebijaksanaan serta pengalamannya dalam memimpin negara.
- Presiden Guatemala Bernardo Arevalo menyebutnya sebagai pribadi yang paling rendah hati.
- Presiden Mexico Claudia Sheinbaum menyebut, bahwa beliau sebagai contoh teladan bagi dunia dan Amerika Latin.
- Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan, bahwa kini, almarhum telah hidup di dunia yang lebih baik.
- Jubir Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menyebutnya sebagai sahabat bagi rakyat China.
Tingginya Lompatan Kesadaran Manusia
Mencermati sekilas gaya dan cara hidup khas almarhum, maka tidak pelak memunculkan banyak decak kagum dari dalam nurani manusia. Dunia turut memuji dan mengaguminya sebagai sosok humanis yang sungguh langka bagi seorang pemimpin besar. Mengapa? Bukankah lazimnya seorang pemimpin bangsa itu identik dengan kemewahan dan kelimpahan harta?
Bagaimana tidak, sebagai mantan Senator, Menteri, dan bahkan Presiden, ia hidup dalam kesederhanaan. Sebagian gajinya, justru diserahkannya kepada orang yang tidak mampu dan UKM. Juga bahkan biaya hidup hariannya juga diperoleh dari usaha kebun bunga di pekarangan rumahnya.
Hidupnya jadi Refleksi bagi Dunia
Cara dan gaya hidupnya memang telah jadi sebuah potret riil yang paling unik bagi dunia. Maka, sudah sewajarnya, jika banyak pujian dilontarkan setelah kepergiannya. Itulah yang disebut sebagai ‘sebuah lompatan kesadaran manusia’ yang didasari oleh rasa kekaguman atas gaya dan cara hidup almarhum.
Sebuah Harapan
Semoga para pemimpin dunia, kini sudi membuka mata batinnya untuk turut merefleksikan dasyatnya misteri kehidupan Jose Mujica.
Kediri, 16 Mei 2025

