“Nada cinta dari Panti Wredha, menggugah jiwa menjemput bahagia.” -Mas Redjo
…
Ketika saya memutuskan untuk tinggal di Panti Wredha, ketiga anak saya langsung protes keras, menolak dengan segudang alasan!
Saya senyum, lalu menggelengkan kepala, dan menghindari debat kusir yang tidak ada manfaatnya. Sebaliknya saya mengajak mereka untuk berkunjung ke Panti Wredha agar mereka melihat lebih dekat kehidupan para lansia di sana, dan memahaminya.
Jika saya ingin tinggal di Panti Wredha itu tidak identik merasa dibuang atau diasingkan keluarga. Tapi saya memahami kesibukan anak dan menantu. Saya juga tidak mau merepoti mereka.
Sejatinya tujuan utama saya adalah untuk berbagi hal-hal baik, positif, dan memotivasi para lansia itu agar menjalani hidup itu dengan optimis dan sukacita dalam iman.
Faktanya, ada lansia yang merasa dibuang dan disia-siakan oleh anak mereka. Ada pula di antara mereka yang semula dijemput pulang dari seminggu, lalu dua Minggu, dan jadi sebulan sekali. Mereka jadi stres dan nelangsa.
Selain itu mencari perawat lansia yang baik, jujur, sabar, dan telaten itu juga tidak mudah. Sehingga sebagai anak semestinya belajar untuk memahami realita itu, karena mereka juga bakal menua. Untuk lebih perhatian dan peduli pada orangtua.
“Jika boleh usul, saya mempunyai 2 pilihan untuk Babe,” kata AK, anak bungsu saya.
“Apa itu…?!”
“Ketimbang rumah SY dianggurin, mending dijadikan Panti, atau untuk kuliner. Babe bisa memberdayakan para lansia agar tetap semangat. Kumpul teman sambil bernostalgia itu perpanjang usia.”
“Jadi Babe boleh mudik? Kalian tidak takut, jika Babe sakit tidak ada yang ngurusin?” tanya saya sambil melirik anak tertua.
“Asal Babe bahagia.”
Tiba-tiba hati saya berguncang melihat keseriusan ketiga anak saya yang memandang penuh arti itu. Keharuan merebak. Bibir saya melafal doa, mohon penyertaan dan bimbingan-Nya.
Beban yang menggelayut di hati itu seakan runtuh. Dada ini jadi longgar dan nyaman.
“Tuhan, Engkau selalu memberiku yang terbaik,” bisik saya lirih, lirih sekali.
Air mataku pun runtuh.
…
Mas Redjo

