Luk. 21: 25-28. 34-36
Memasuki masa Adven, kita tidak hanya memusatkan perhatian pada aspek penting; Yesus yang datang pada akhir zaman dan kedatangan-Nya pada hari Natal. Tapi warna dan asesoris liturgi pun mendukungnya seperti dominannya warna ungu dan krans/lingkaran adven yang akan terpasang 4 lilin; 3 warna ungu dan 1 warna merah muda.
Dari semua hal di atas, kiranya firman Tuhan pagi ini perlu diperhatian: “Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia” (ayat 36).
Karena itu yang harus diperbuat, yakni:
1) Warna Ungu Liturgis: Membangun jalan pertobatan: Pertobatan yang sejati adalah beralih dan berubahnya seorang dari suasana dosa kepada hidup suci;
2) Lingkaran Adven yang tak terputuskan dengan hiasan dedaunan hijau: Melambangkan kasih Kristus kepadamu yang tidak berkesudahan. Selalu ada harapan, bahwa kasih Kristus mendatangkan sukacita dan pengharapan;
3) Lilin yang bernyala pada lingkaran Adven: Melambangkan hidup yang diterangi oleh Yesus, Sang Imanuel: Allah berserta kita;
4) Kedatangan Kristus: Percayalah, bahwa Yesus tidak hanya datang pada akhir zaman, pun tidak hanya di hari Natal, melainkan Ia hadir dalam hidup dan di hati kita setiap saat lewat beragam cara dan berbagai orang teristimewa yang miskin, terpinggirkan, sakit dan susah. Temukanlah Yesus dalam wajah mereka!
Akhirnya selamat memasuki Minggu-minggu Advent dengan hati yang riang gembira dan penuh sukacita.
…
Monsignor RD Inno Ngutra

