Oleh : Rm. Petrus Santoso SCJ
| Red-Joss.com | Waktu yang dimiliki oleh semua orang itu sama persis. Sehari itu 24 jam. Tapi yang membedakan itu pilihan tiap orang itu tidak sama. Ada orang yang memilih untuk sakit bersama masa lalu. Ada orang yang memilih menikmati masa sekarang. Tapi ada pula yang memilih bermimpi saja untuk masa depan.
Lalu, siapa yang merasa paling bahagia di antara ketiga pilihan itu? Pilihan itu selalu relatif, karena siapa pun yang memilih, telah memiliki prinsip yang kuat.
Dulu, aku banyak membaca, sekarang aku banyak “menemukan sendiri”. Diusiaku yang semakin bertambah, dengan kepercayaan diri yang bertambah pula, cara berpikir, merasa dan bertindakku bisa diukur semuanya. Alam semesta menyediakan bahannya dan aku harus peka mengambilnya. Tidak ada ambisi, yang ada adalah keterbukaan hati dan kepasrahan. “Nrimo.”
Bahasa rohaninya “Nrimo” adalah “siap sedia”. Siap sedia dipakai oleh Tuhan untuk apa saja. Sebab, aku punya, dan aku siap membagikannya. Juga aku terus mencari dan yang kutemukan itu akan kuberikan. Aku sekarang berjuang, dan hasil perjuanganku itu akan kuberikan kepada yang membutuhkan.
Hidup dengan cara seperti ini, kurasakan semakin nikmat, semakin bebas, dan mudah bersyukurnya. Yang penting adalah tidak ada gelisah, tidak ada cemas, tidak ada keraguan dan tidak takut. Semua langkah ringan diayunkan. Kegagalan dan keberhasilan adalah pencapaian, karena keduanya tetap ada pelajarannya, ada nilainya, ada maknanya. Ini sumbernya: “Nrimo.”
Rm. Petrus Santoso SCJ

