“Teacher, when will this happen?” (Luk 21: 7).
…
| Red-Joss.com | Semua hal itu bisa terjadi. Tapi tidak semua hal yang kita ketahui itu bisa dikendalikan. Jika kita bisa memprediksi hal itu yang bagus. Ketika sesuatu yang terjadi itu hal yang berbeda, mungkin kita bisa mempersiapkannya. Sesungguhnya apa pun yang terjadi kita dapat belajar dari dua sisi tentang nilai kehidupan agar kita makin bijaksana.
Dari kesedihan kita belajar tentang kegagalan, rasa sakit, kehilangan, peringatan yang keras, dan tentang pemberontakan. Jiwa kita memberontak, gelisah, dan bahkan marah. Dengan mengolah peristiwa itu kita dapat menciptakan dan menemukan kata-kata bijak untuk memotivasi diri sendiri. Kita bisa menenangkan dan menghibur diri sendiri. Sehingga kita berani bangkit kembali untuk tidak mengulangi kegagalan lagi. Tapi untuk menang dan bersukacita.
Dari kesenangan kita belajar tentang kesuksesan, perjuangan, kemenangan, prestasi, pujian, dan tentang perayaan. Jiwa kita ikut senang. Bahkan pada saat yang bersamaan kita juga merasakan aura kegembiraan dari mereka yang memberi semangat, dukungan, dan apresiasi.
Dengan semangat juang tinggi, kita terus berlatih keras dan konsisten menyiapkan diri sebaik-baiknya agar makin unggul, matang, dan berkualitas. Sehingga prestasi demi prestasi dapat kita raih dengan gemilang. Itulah cara kita belajar dan memotivasi diri.
Sesungguhnya, dari kesedihan dan kesenangan itu kita dapat belajar untuk menemukan nilai kehidupan yang hakiki. Bahkan, yang paling bernilai adalah hidup kita sungguh diperbaharui dari hari ke hari untuk menjadi makin baik dan berkualitas.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ.

