“Bukan batu permata, rumah atau kapal pesiar nan mewah itu harta yang paling berharga, melainkan nafas iman kita.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Tanpa bernafas, kita pasti mati dan harta itu tiada guna. Tanpa miliki kepercayaan dan iman pada Tuhan Yesus, kita tidak tahu jalan menuju pulang kepada-Nya.
“Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidup” (Yoh 14: 6).
Tuhan Yesus adalah jawaban dan kepastian hidup kita untuk kembali kepada Sang Pencipta.
Jika kita sadar diri untuk pahami, bahwa untuk pulang kepada Sang Pencipta caranya adalah dengan mengikuti dan meneladani Tuhan Yesus. Hidup kita harus dinafasi sikap percaya dan mengimani-Nya.
Nafas iman itu harus dijaga agar tubuh kita senantiasa bugar, sehat, dan kuat. Caranya adalah dengan berdoa, membaca Kitab Suci, berefleksi, dan menerima Ekaristi Kudus sebagai sumber hidup kita.
Nafas iman itu pula yang jadi sumber penggerak hidup kita untuk melayani sesama. Kita dituntut untuk menghadirkan wajah kasih-Nya dalam keseharian. Karena hidup ini harus selalu diperbarui agar makin baik, dan lebih baik lagi.
Coba buka buku Madah Bakti No. 308 atau Puji Syukur No. 695, lagu: “Nafas Iman”
Bangunlah dada kelana, hirup nafas iman yang baru
Pergilah ke sudut-sudut hati, nyanyikanlah lagu imanmu
Pulanglah dengan damai sejati, nikmatilah rahmat Tuhanmu
Dengan nafas iman, kita diruntut untuk jadi garam dan terang dunia. Melayani sesama dengan hati untuk memuliakan Tuhan.
…
Mas Redjo

