| Red-Joss.com | Apa yang saat ini sedang kau rasakan? Berdoalah dari apa yang sedang kau rasakan itu. Segala perasaan yang sedang kau alami bisa menjadi isi dari doamu.
Apa yang saat ini sedang kau pikirkan? Berdoalah dari apa yang sedang kau pikirkan itu. Segala pikiran yang sedang terjadi bisa menjadi isi dari doamu.
Apa yang saat ini sedang kau harapkan? Berdoalah dari apa yang sedang kau harapkan itu. Segala pengharapanmu yang tersimpan di hatimu bisa menjadi isi dari doamu.
Apa yang saat ini sedang kau impikan? Berdoalah dari apa yang sedang kau impikan itu. Segala impianmu yang selama ini terus memacumu bisa menjadi isi dari doamu.
Apa yang sedang kau pikirkan dan rasakan tentang orang lain? Berdoalah dari apa yang kau pikirkan dan rasakan tentang orang lain itu. Situasi dan kondisi yang mereka alami bisa menjadi isi dari doamu.
Intinya isi doa itu sudah ada dalam pikiran ini, tinggal bagaimana kau mulai berdoa kepada Tuhan. Selanjutnya, kau tidak perlu bingung saat berdoa, sebab setiap kata-katamu dengan segala hal-hal yang disebutkan di atas bisa menjadi isi dari doamu.
Berdoa itu jangan ditunda, juga tidak boleh ragu, apalagi takut, dan jauhkan dari segala keraguan. Berdoalah dengan disiplin, tekun dan yakin. Berdoalah seperti kau berkomunikasi dengan Tuhan dengan relasi yang begitu hangat. Berdoalah seperti kau berbisik kepada Ibu dan Bapakmu saat kau sedang bermanja dengan mereka.
Jauhkan pikiran dan perasaan yang mempertanyakan atau meragukan kemahakuasaan dan kebesaran Tuhan. Juga hindari kebiasaan tidak baik yang kadang protes dengan Tuhan, lalu malas berdoa, dan bahkan berhenti berdoa.
Isilah harimu dengan berdoa, sebab hidupmu selalu terkoneksi dengan Tuhan. Sekali Tuhan memutuskan koneksinya, yang terjadi adalah orang lain yang mendoakanmu. Apakah itu yang ingin segera kau inginkan, bahwa kau didoakan di hari terakhirmu, di tempat peristirahatanmu?
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

