Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Kekaguman dan keterpesonaan sang manusia terhadap sebuah keindahan, adalah ekspresi tulus yang mengalir dari sekeping hati yang jujur”
…
| Red-Joss.com | Rabu, 3 Januari 2024, saat saya sedang asyik bermedia hand phone. Saya menemukan sebuah lukisan alam yang sungguh menggugah dan memesonakan hati.
Daya bahkan sempat berkontak ria dengan sang pelukis yang ternyata bernama Iwan Darmawan. Beliau bermukim di bumi Priangan, ranah Bandung.
Ada pun tulisan saya lewat media WA, “Salut saudaraku, karena keindahan adalah sebuah ekspresi sejati dari ketulusan nurani sang pelukisnya.”
“Berkaryalah terus saudaraku, demi memuliakan Nama Sang Pencipta!”
Mutiara di atas sehelai kanvas bisu, justru tidak membisu!
Mengapa? Karena di balik kebisuan kata, justru berbicara lantang tentang kebesaran dan keagungan Sang Penciptanya.
Di sana tampak sebuah lukisan alam yang menggambarkan kondisi alam Indonesia. Tampak sebuah pondok mungil beratap jerami terurai, dan aliran sebuah sungai mungil di sampingnya.
Ya, sebuah lukisan alam pedesaan yang mampu membangkitkan kesadaran estetika kita ke alam riil masa kecil nun jauh di dusun sunyi.
Ya saudara, sebuah lukisan di atas kanvas adalah ekspresi dari kerinduan sang pelukis yang dituangkan di atas sehelai kanvas bisu.
Di masa kecil, kepada kami para muridnya, sang Guru di Sekolah Dasar (SD), sering mengatakan, bahwa sebuah pemandangan alam adalah ekspresi dari keindahan wajah Sang Tuhan. Itulah pantulan dari kebesaran dan keagungan-Nya.
Sungguh, keindahan itu laksana sebutir mutiara!
…
Kediri, 3 Januari 2024

