Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
| Red-Joss.com | Mulut sang manusia adalah organ tubuh paling vital sebagai sarana menyalurkan aspirasi dan inspirasi di dalam kehidupan.
Di dalam sejarah peradaban dunia, kita pun mendengar ada pemimpin besar dunia yang telah mampu memanfaatkan mulutnya demi kebaikan dan kedamaian sesama.
Sebaliknya, celakalah pemimpin yang telah menyalahgunakan kuasa mulutnya dengan kasar dan nanar demi kelaliman.
Kita teringat akan kaisar kejam lalim, Nero di dalam sejarah Romawi. Atau juga, si tangan besi Adolf Hitler, pemimpin Nazi Jerman. Dunia, hingga kapan pun tidak akan mampu menghapus kekejaman kuasa bahasa mereka yang sungguh menusuk dan mematikan.
Tetapi juga kita perlu tahu dan ingat, ternyata ada juga pemimpin dunia yang bermulut emas, seperti Presiden ke-16 Amerika Serikat, Abraham Lincoln, si pendamai sejati. Atau Presiden termuda AS, John F. Kenedy, yang ucapannya selalu menyejukkan.
Tercatat di dalam tinta emas dalam lembaran sejarah, hal bagaimana, para pemimpin itu telah memanfaatkan mulut kuasanya, baik secara positif atau negatif.
Tidak pelak, lahirlah aneka ungkapan sehubungan dengan kuasa berbicara ini. Seperti: โmulutmu, harimaumu,โ โsi mulut emas,โ atau โmulutmu lebih tajam daripada pedang.โ
Semua ungkapan ini mau mendeskripsikan aneka dampak, sebagai ekses dari tuturan seorang pemimpin.
Sesungguhnya, dalam hidup yang singkat dan sementara ini, telah diajarkan, agar kita santun dalam berbicara. Mengapa? Karena apa pun yang kita ucapkan itu tidak dapat ditarik kembali.
Bukankah setiap ucapan itu selalu berdampak negatif atau positif? Apalagi, jika ucapan itu dituturkan oleh seorang pemimpin besar.
Sesungguhnya, berbahagialah pemimpin yang lewat ucapannya, mampu mengalirkan air yang menyejukkan hati, karena ke luar dari pikiran yang jernih. Maka, dialah sang mulut kencana atau si mulut emas itu.
Sayang memang, jika hanya karena sepotong tuturan yang kasar dan nanar, maka seluruh prestasinya pun terhalau seketika.
“Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga!”
…
Kediri, 17ย Novemberย 2023

