Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Nak, jika kamu ingin menaiki sebuah anak tangga, naikilah setahap demi setahap. Jangan bersikap serampangan, nanti kamu terjatuh, lho!”
(Petuah Kearifan Hidup)
“Menjinjing di bahu, memikul di kepala.”
(Peri bahasa)
…
| Red=Joss.com | Di awal tulisan ini, saya menampilkan dua buah statemen hal kearifan lokal.
Yang pertama berupa sebuah petuah agar kita, para cucu cicit mereka, dalam hidup dan berkarier, tidak rakus hingga lupa diri.
Yang kedua, berupa sebuah ungkapan agar kita, di saat bekerja, berkarier, dan memimpin itu hendaknya kita menghormati tata proses sistematikanya. Untuk menghindari cara-cara vulgar lewat aksi melompat pagar demi merebut kuasa serta jabatan. Jika memang layak untuk memangku fungsi dan jabatan itu, maka lakukanlah sesuai prosedur yang beradab. “Jangan lagi meminta jantung, jika sudah mendapat sekeping hati!”
Saya ingat kisah seorang Guru Agung yang dengan keras dan cermat menegur para pengikut-Nya agar tidak gila hormat. Ketika mereka ramai memperbincangkan, hal siapa yang paling besar dan berkuasa di antara mereka.
Beliau dengan arif menempatkan seorang anak kecil di tengah-tengah mereka. “Barang siapa, ingin menjadi besar, hendaklah dia bersikap seperti anak kecil ini!”
Coba amati dengan cermat, seluruh realitas hidup ini! Mengapa terjadi banyak kekacauan? Hal itu terjadi, justru karena sikap rakus dan kita tidak tahu diri.
Orang-orang tidak peduli lagi pada tata etika bersopan santun. Mereka cenderung untuk bebas menabrak batas-batas etika dan tata adab norma yang berlaku di dalam masyarakat kita.
Lihatlah realitas di masa suksesi kepemimpinan saat ini, di dalam tubuh bangsa kita ini. Duh, Gusti, kawan yang sehaluan, searah, dan sejalan pun dengan angkuh, segera berbalik arah dan bersikap balik menantang. Semua adegan gila hormat ini, dipertontonkan demi apa, jika bukan demi gengsi, kursi, dan kuasa?
Marilah kita bergegas kembali memasuki rahim kesadaran sejati kita. “Hendaklah kamu, dengan tekun dan setia melakukan hal-hal kecil dan sederhana ini!”
“Aku datang untuk melayani, dan bukan untuk dilayani!”
(Sabda Sang Guru Agung kita).
…
Kediri, 12ย Novemberย 2023
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

