Yoh 6: 1-15
“Mukjizat terjadi bukan semata dari yang tiada jadi ada, tapi sesungguhnya Tuhan selalu menggunakan yang kita miliki sesedikit pun itu asalkan kita rela memberi dan berbagi.”
Bukti terjadinya mukjizat dari yang kita miliki itu tertulis dalam Injil hari ini: “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” (ayat 9). Maka Ia membuat mukjizat perbanyak roti dari yang anak itu (kita) miliki: “Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki” (ayat 11).
Beberapa pokok permenungan bagi kita adalah:
1) Ingatlah, bahwa Tuhan pelaksana utama sebuah mujizat;
2) Jangan sombong atau pamer, karena doamu sehingga terjadinya mukjizat, karena sesungguhnya Anda hanyalah perantara;
3) Mukjizat itu sungguh terjadi dalam hidup orang lain, ketika kita rela memberi dan berbagi kepada sesama.
Akhirnya ingatlah, bahwa sebotol air tidak berarti bagi kita yang memiliki, namun akan jadi mukjizat bagi mereka yang kehausan dan berada di padang gurun.
Monsignor RD Inno Ngutra

