Tergerak saking penasaran, saya dan anak ke luar ruangan untuk melihat kejadian itu.
Di tempat parkir, saya mendapati mobil keluarga selamat dari pohon yang tumbang maupun cabangnya patah.
Saya memejamkan mata, mengucap syukur, lalu kembali ke ruang makan untuk ngobrol lagi.
Jumat, 23 Desember 2022, jam 07.00 pagi, saya menyiapkan makan anjing piaraan.
Ketika saya tengah meracik makanan itu di mangkuk kaleng, tiba-tiba Buddy, anjing golden saya limbung, dan jatuh.
Saya segera memeluknya. Buddy kejang-kejang, tubuhnya bergetar hebat. Saya makin erat memeluknya.
Dari mulut Buddy ke luar banyak air liur. Ia kencing, juga berak di lantai.

Saya menangis, mohon belas kasih Allah, dan menyerahkan sepenuhnya hidup Buddy. Saya pikir Buddy kembali terserang stroke lagi, seperti tempo hari, sehingga ia harus dirawat sebulan di RS Hewan.
Nafas Buddy tersengal-sengal.
“Tuhan, jika Buddy hendak Engkau ambil, saya ikhlas,” desis saya lirih di telinganya. Saya ikhlas, karena Buddy cukup tua, usianya 10 tahun.
Kuhela nafas panjang. Kulihat nafas Buddy yang mulai teratur. Kubelai bulunya yang lebat, sambil melafal doa. Tiba-tiba Buddy menggeliat, menatap saya.
“Ya, Tuhanku, Buddy hidup!” Saya kembali memeluk Buddy, dan berbisik agar Buddy tetap tiduran.
Jumat itu saya tidak pergi ke toko, karena saya mau menemani Buddy di rumah.
Sabtu, 24 Desember 2022.
Kami sekeluarga hendak ke gereja mengikuti misa pertama malam Natal di gedung gereja baru, St. Bernadet.
Jam 15.15, ketika kami hendak berangkat ke gereja, hujan deras turun. Anak saya yang bontot, AK, meski menggunakan payung, bajunya basah kuyup.
Saya bertiga dengan istri berangkat dulu, karena AK harus ganti baju, sehingga ia berangkat bersama kakaknya.
Kami mengucap pujian dan syukur kepada Allah, karena penantian umat selama 33 tahun itu telah berbuah manis, dan memiliki gedung gereja baru.
Pulang dari gereja, kami merayakan ulang tahun Natalia secara sederhana, tapi dalam suasana cinta dan kebersamaan yang hangat.
Dari peristiwa demi peristiwa dalam seminggu hingga Natal itu, saya merasakan jamahan kasih Allah yang luar biasa.
Jalan kesetiaan kepada Allah agar kita makin rendah hati dan bahagia.
…
Mas Redjo


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.