| Red-Joss.com | Dari homili pagi ini pesan kuncinya: Mukjizat tidak pernah gagal.
“Siapa Menjamah Jubah-Ku?”
Pertanyaan Yesus yang ditulis oleh Markus dan Lukas itu, sekilas terdengar anèh dan gimana gitu. Juga seperti tanggapan Petrus pada Yesus. Karena jelas, orang pada berdesak-desakan, tapi guru-Nya bertanya, “Siapa yang menjamah jubah-Ku?”
Jawaban Petrus itu menjadi isyarat, bahwa, walau dekat dengan Gurunya, murid itu belum sanggup mendengar lirih rindu kesembuhan seorang perempuan yang sudah 12 tahun sakit pendarahan.
Dengan pertanyaan itu, Yesus ingin membaharui hati murid-murid-Nya agar kedekatan dengan siapa pun (yang punya kuasa, harta) menyebabkan terlena dalam kenyamanan dan gagal melihat atau mendengar, bahwa banyak Zairus atau wanita yang menderita minta tolong di sekitarnya.
Yesus minta para murid-Nya agar kedekatan dengan-Nya itu tidak melemahkan kepekaan dan menghambat teralirnya daya penyembuhan yang layak diterima oleh mereka yang sakit.
Mukjizat itu, kehadiran Sang Penyelamat, harus jadi milik semua orang. Makin dekat dengan-Nya harus makin memperlancar.
Salam sehat berlimpah berkat.
…
Jlitheng

